Pola Pikir Digital dalam Transformasi Digital HR

3 Menit Membaca
penerapan transformasi digital di bidang HR.

Transformasi digital adalah perubahan budaya, organisasi hingga operasional di suatu industri melalui integrasi teknologi berbasis digital secara bertahap dan strategis. Selain itu, transformasi digital juga disebut sebagai suatu transisi bisnis yang didasarkan pada proses manual tradisional menuju teknologi bisnis.

transformasi digital bukanlah proses yang mudah dan tak bisa dilakukan dalam sekejap saja. Karena, ketika perusahaan mulai masuk ke transformasi digital maka mereka harus berkomitmen secara jangka panjang untuk mampu beradaptasi. Kendati demikian, jika perusahaan tersebut mampu, maka transformasi digital yang mereka bangun akan berdampak baik untuk perkembangan perusahaan di masa depan.

Menciptakan pola pikir digital di perusahaan

Langkah awal untuk digital transformation ini tentunya adalah mengubah kerangka berpikir dari perusahaan itu sendiri. Setiap tim harus sama-sama memiliki pemahaman bahwa mereka harus bergerak ke arah digital dan segera beralih dari kebiasaan lama, seperti mencatat dan sebagainya.

Pola pikir digital ini juga akan terjadi jika perusahan tersebut sudah berdekatan dengan kemajuan teknologi. Karena, jika tidak, maka akan kesulitan untuk mengubah kebiasaan lama dari perusahaan. Inti beralih ke arah digital adalah menciptakan budaya digital itu sendiri di keseharian.

Selain itu, pola pikir digital juga berkaitan dengan timeline, pasalnya, proses kerja harus diberi waktu yang akurat untuk hasil yang maksimal. Karena ketika timeline telah dibuat, budaya digital di perusahaan tersebut akan mudah untuk dievaluasi pada setiap bulannya.

Apa itu digital transformation bagi HR

Quote dari Josh Bersin, founder Bersin & Associate: “Digital transformation is not about technology at all. it is about people”.

Banyak perusahaan yang beralih ke arah transformasi digital, hal itu mereka lakukan untuk eksternal atau pelanggan maupun untuk internal perusahaan. Tak terkecuali juga bagi divisi HR, perusahaan juga melakukan transformasi ke bagian ini.

Namun, dengan banyaknya perusahaan yang melakukan transformasi digital HR, sebenarnya apa pentingnya dan tujuan dari perusahaan melakukan itu? Ternyata ada banyak, berikut telah kami rangkum lebih lanjut.

Terutama sekali, transformasi berguna untuk menciptakan kemampuan untuk memanfaatkan peluang teknologi baru yang membawa dampak baik bagi perusahaan. Karena, dengan transformasi HR, perusahaan akan lebih inovatif di masa depan.

HR juga menjadi poin penting dalam transformasi ini, karena HR sangat berkaitan erat dengan otomatisasi hingga mengelola data. Seperti data rekrutmen, tunjangan, manajemen kinerja hingga pemberian reward.

Dengan adanya transformasi digital bagi HR, akan berdampak baik pula terhadap kualitas dan kinerja dari perusahaan. Pendataan yang telah di digitalisasi akan terdata dengan akurat dan mempermudah jika meninjau kembali kinerja perusahaan dari waktu ke waktu.

Selain itu, dengan dilakukannya transformasi digital bagi HR, maka kecepatan kerja akan berkembang lebih pesat. Hingga karyawan akan lebih produktif dalam bekerja dan perusahan mengalami kemajuan yang semakin baik. Hal ini disebabkan HR tak lagi sibuk dengan mengukur atau menghitung lagi kinerja dengan metode kuno, karena sudah bertransformasi ke arah digital.

Baca Juga: Talent Intelligence: Menjadi Bagian Dari Perencanaan Tenaga Kerja

3 manfaat transformasi digital bagi HR

3 manfaat transformasi digital di bidang HR: kecepatan, bebas dari tugas redundant, dan keakuratan.

transformasi digital sangat banyak memberikan manfaat bagi perusahaan, terutama untuk divisi HR sendiri. Lebih lanjut akan kami rangkum 3 manfaat bagi HR ketika dilakukan transformasi digital.

1. Kecepatan

Ketika transformasi digital telah dilakukan, maka HR akan dimudahkan dalam mendata segala hal yang berkaitan dengan perusahaan. Seperti rekrutmen, gaji dan evaluasi kinerja. Kecepatan kerja yang dilakukan oleh HR ini juga akan berdampak baik kepada perusahan.

2. Bebas dari tugas yang berulang

Dengan beralih ke arah digital, HR akan dibebaskan dari yang namanya mengulang tugas. Karena, semuanya telah dimudahkan dengan adanya data yang terkoneksi secara digital. Dan juga, HR juga akan lebih kreatif dalam melakukan peningkatan produktivitas.

3. Keakuratan

Transformasi ke arah digital akan mendorong HR untuk bekerja berdasarkan data dalam mengambil setiap keputusan. Dengan adanya data yang akurat, HR akan mudah untuk melacak dan menganalisis kebutuhan dalam penilaian kinerja hingga survei karyawan menjadi lebih efisien.

Nah, sudah tahukan pentingnya HR beralih ke arah digital untuk kemajuan perusahaan. Untuk itu, mari sama-sama kita terapkan pola pikir digital mulai dari sekarang. Karena, data yang baik adalah yang terangkum secara akurat.

Menu