Leader Bootcamp YOU C1000 Jadi Titik Balik, 60 Manajer dan Supervisor Ditempa Bangun Ownership dan Dedikasi 1000 Persen

5 Menit Membaca
Peserta Leader Bootcamp YOU C1000 mengikuti pelatihan kepemimpinan

Di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif, membangun soliditas tim dan kepemimpinan menjadi tantangan besar bagi banyak perusahaan. Hal itu pula yang melatarbelakangi pelaksanaan Leader Bootcamp YOU C1000 yang digelar oleh Proxsis Leadership Center bersama Proxsis HR.

Program bertajuk “Your Ownership, Unity, Commitment: 1000% Dedication” itu berlangsung selama dua hari, pada 27-28 April 2026, di Villa Bukit Pancawati, Bogor. 

Sebanyak 60 peserta yang terdiri dari jajaran manager hingga supervisor PT Djojonegoro C-1000 mengikuti kegiatan tersebut secara intensif.

Melalui Leader Bootcamp YOU C1000, peserta tidak hanya mendapatkan teori kepemimpinan di dalam kelas, tetapi juga menjalani berbagai simulasi lapangan yang dirancang untuk membangun rasa kepemilikan terhadap perusahaan, meningkatkan kolaborasi tim, serta memperkuat empati antar leader.

Program ini menggunakan metode Outbounducation, yakni pendekatan experiential learning yang menggabungkan aktivitas outdoor dengan observasi edukatif secara mendalam. Metode tersebut dinilai efektif dalam membangun komunikasi dan kerjasama antar peserta di tengah dinamika dunia kerja modern.

Dipandu langsung oleh Master Trainer Yumei Sulistyo, Psi, MM, NLP, para peserta diajak keluar dari zona nyaman mereka melalui sejumlah sesi interaktif. Salah satu sesi yang paling menyita perhatian adalah Studi Kasus: Leaders Eat Last dan Trusted Leader.

Dalam sesi tersebut, peserta diuji dalam membangun kepercayaan, memperkuat empati, hingga mengikis sekat antardepartemen yang selama ini kerap menjadi tantangan dalam operasional perusahaan besar.

Peserta Leader Bootcamp YOU C1000 sedang berkolaborasi

Puncak kegiatan terjadi saat seluruh peserta menjalankan Final Project bertajuk Bangun Jembatan C-1000. Proyek kolaboratif itu menjadi simbol penting bagaimana keberhasilan perusahaan tidak bisa dicapai secara individual, melainkan membutuhkan kekuatan kolektif dan komitmen bersama.

Kegiatan kemudian ditutup dengan prosesi Giant Banner Drop yang berlangsung emosional sebagai simbol komitmen bersama seluruh peserta untuk membawa semangat baru ke lingkungan kerja masing-masing.

Dalam pelaksanaannya, bootcamp ini juga menitikberatkan pada penguatan growth mindset serta ownership dan akuntabilitas. Peserta diajak memahami bahwa kepemimpinan bukan sekadar soal memberi instruksi, melainkan tentang kemampuan menopang tim agar mampu berkembang bersama.

“Kepemimpinan sejati tidak diukur dari seberapa banyak pengikut di belakang Anda, melainkan seberapa kuat Anda menopang dan memastikan tim Anda siap melangkah dan menang bersama, ” kata Master Trainer Yumei Sulistyo.

Transformasi pola pikir peserta pun mulai terlihat setelah mengikuti kegiatan tersebut. Paradigma yang sebelumnya hanya berfokus pada tugas masing-masing departemen mulai bergeser menjadi pola kerja kolaboratif demi keberhasilan perusahaan secara menyeluruh.

“Dulu, saya berpikir bahwa menjadi leader adalah tentang mendelegasikan dan memberi instruksi. Lewat bootcamp ini, mata saya terbuka bahwa ownership dan empati adalah kunci utama. Jembatan yang kami bangun bersama menyadarkan saya bahwa kita tidak bisa sukses sendirian; kita harus saling menopang,” kata salah satu peserta.

Tren pengembangan kepemimpinan berbasis experiential learning sendiri saat ini semakin banyak diterapkan perusahaan di Indonesia. Model pelatihan seperti ini dinilai lebih efektif karena peserta dapat langsung mengalami simulasi tantangan nyata dalam dunia kerja.

Selain memperkuat karakter pemimpin, pendekatan tersebut juga membantu perusahaan meningkatkan engagement karyawan, mempercepat pengambilan keputusan, dan memperkuat budaya kerja kolaboratif.

Momentum yang tercipta dalam Leader Bootcamp YOU C1000 diharapkan menjadi langkah strategis bagi PT Djojonegoro C-1000 dalam menghadapi target bisnis dan tantangan industri ke depan dengan tim yang lebih solid dan adaptif.

Program tersebut juga menjadi gambaran bahwa transformasi kepemimpinan tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses berkelanjutan, komitmen kuat, serta keterlibatan aktif seluruh elemen perusahaan.

Rate this post
Bagikan artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.