Yumei Sulistyo: Transformasi Adalah Keharusan, Bukan Pilihan bagi Proxsis & Co

5 Menit Membaca
Yumei Sulistyo: Transformasi Adalah Keharusan, Bukan Pilihan bagi Proxsis & Co

Proxsis & Co menandai dua dekade perjalanannya dengan semangat transformasi dan inovasi. Bagi Komisaris Proxsis & Co, Yumei Sulistyo, usia 20 tahun bukan sekadar angka, melainkan bukti ketahanan dan konsistensi dalam mewujudkan visi-misi perusahaan yang berorientasi pada pertumbuhan dan keberlanjutan.

“Makna 20 tahun bukan hanya sekadar angka. Ini bukti ketahanan terhadap visi dan misi utama kami untuk terus tumbuh, beradaptasi dengan perubahan yang cepat, dan tetap gesit dalam menghadapi tantangan,” ujar Yumei saat perayaan ulang tahun ke-20 Proxsis & Co di Aston Priority Simatupang, Jakarta, yang digelar serentak melalui Zoom Meeting di Padang, Surabaya, dan beberapa kota lain, Jumat (17/10/2025).

Menurut Yumei, keberhasilan Proxsis & Co dalam menembus dua dekade tak lepas dari kepercayaan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari karyawan, mitra kerja, hingga regulator. 

“Kepercayaan yang luar biasa dari seluruh stakeholder merupakan bukti bahwa layanan kita terus berinovasi dan berdampak. Ini tanggung jawab besar untuk terus menjaga agar layanan kita tetap menjadi solusi bagi mitra,” katanya.

Ia menegaskan, nilai utama yang tetap dipegang Proxsis & Co adalah “grow others to grow together” — filosofi yang menekankan pertumbuhan bersama seluruh pihak yang terlibat. 

Prinsip itu, menurutnya, menjadi landasan dalam setiap keputusan strategis perusahaan.

“Pertumbuhan konsisten di angka 30–35 persen setiap tahun menunjukkan bahwa konsep grow others to grow together benar-benar relevan dan menjadi pedoman yang kuat,” ujar Yumei.

Transformasi Adalah Keharusan

Sebagai Komisaris, Yumei menilai bahwa transformasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar perusahaan tetap relevan. “Transformasi itu dimulai dari mindset. Ini bukan pilihan, tapi keharusan untuk terus memberikan nilai terbaik bagi klien dan stakeholder,” ucapnya.

Ia menyebutkan tiga strategi utama Proxsis & Co untuk tetap relevan di masa depan:

  1. Digitalisasi layanan, agar lebih cepat, efisien, dan terjangkau.
  2. Memperkuat dan memperluas ekosistem kolaborasi, guna menciptakan solusi masa depan melalui co-creation.
  3. Membangun talenta berkarakter kewirausahaan, yang adaptif, kreatif, dan inovatif.

Menurutnya, tiga pilar itu akan memperkuat daya saing dan memastikan keberlanjutan bisnis. “Kita harus terus menciptakan solusi masa depan berbasis kolaborasi dalam ekosistem. Talenta yang berjiwa entrepreneurship adalah penggerak utamanya,” ujar Yumei.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara inovasi dan tata kelola yang baik. 

“Transformasi artinya berubah, dan berubah berarti belajar. Tapi inovasi juga harus berjalan seiring dengan governance, risk, dan compliance (GRC) agar kepercayaan dan keberlanjutan bisnis tetap terjaga,” jelasnya.

Pesan Dua Dekade Proxsis & CO

Menutup pernyataannya, Yumei menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi selama dua dekade perjalanan Proxsis & Co. Ia mengajak seluruh tim dan mitra untuk menjaga amanah dengan terus berinovasi secara manusiawi.

“Terima kasih kepada semua stakeholder yang telah bersama membangun fondasi kuat hingga 20 tahun ini. Mari kita jaga kepercayaan dengan terus berorientasi pada pelanggan dan menciptakan karya yang berani, berbasis digital dan AI, tapi tetap manusiawi,” katanya.

Yumei meyakini, kemajuan sejati lahir dari kolaborasi tulus yang menghasilkan sinergi dan terobosan nyata. “Kolaborasi yang tulus melahirkan inovasi dan menjaga kepercayaan. Itulah fondasi keberlanjutan Proxsis & Co,” tutupnya.

5/5 - (2 votes)
Bagikan artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.