Learning Journey

Bukan sekadar training
Ini perjalanan yang mengubah kompetensi jadi kinerja

Learning Journey dirancang untuk tim L&D yang lelah membuat program pelatihan yang ramai peserta tapi minim dampak. Kami memadukan pengalaman kerja nyata, mentoring, dan kelas formal dalam satu jalur belajar yang terukur — dirancang bersama expert lintas disiplin dari Proxsis Universe.

Experience
Exposure
Education

* Sudah dipakai untuk merancang program learning & development lintas industri di Indonesia.

Problem

Masalah yang Sering Dihadapi Tim L&D

Sebagian besar program pelatihan gagal bukan karena materinya buruk, tapi karena berhenti di ruang kelas. Tim L&D sering terjebak antara tuntutan menunjukkan aktivitas pelatihan yang masif dan tuntutan membuktikan dampaknya ke kinerja bisnis — dua hal yang sulit dipenuhi sekaligus tanpa kerangka yang tepat.

Dampak ke kinerja sulit diukur

Peserta puas, sertifikat terbit, tapi perubahan perilaku dan hasil kerja sulit dibuktikan ke pemangku kepentingan — anggaran training terus dipertanyakan tiap tahun.

Materi generik, tidak kontekstual

Konten pelatihan dibuat massal, kurang menyentuh tantangan bisnis dan budaya organisasi yang sebenarnya, sehingga terasa asing bagi peserta di lapangan.

Belajar berhenti di kelas

Tidak ada struktur untuk melanjutkan pembelajaran ke penerapan nyata di pekerjaan sehari-hari, sehingga pengetahuan baru cepat menguap begitu peserta kembali ke rutinitas.

Metodologi

Metodologi 70:20:10

70

Experience: Belajar dari pengalaman & penugasan nyata

Peserta ditempatkan pada stretch assignment, proyek lintas fungsi, dan tantangan kerja nyata yang dirancang selaras dengan kompetensi target.

20

Exposure: Belajar dari orang lain & umpan balik

Mentoring dari expert Proxsis Universe, coaching berkala, dan komunitas belajar internal menjaga arah dan konsistensi penerapan.

10

Education: Belajar dari kelas & pelatihan terstruktur

Modul formal — workshop, e-learning, dan sertifikasi — menjadi fondasi pengetahuan sebelum diterapkan di lapangan.

Kesimpulan:

Ketiga elemen ini tidak berdiri sendiri. Modul formal (10%) membangun fondasi pengetahuan, mentoring dan coaching (20%) menjaga arah penerapannya, dan penugasan nyata (70%) mengubahnya menjadi kompetensi yang benar-benar melekat pada cara kerja tim Anda.

Output

Bukan sekadar rekomendasi di atas kertas. Setiap engagement menghasilkan dokumen dan perangkat yang langsung bisa dipakai tim L&D Anda.

A — Journey Blueprint

Dokumen rancangan jalur belajar lengkap, dipetakan sesuai kompetensi target dan konteks organisasi Anda.

B — Kurikulum & Modul (10%)

Struktur materi pelatihan formal — silabus, konten, dan bahan ajar — siap dipakai tim L&D.

C — Panduan Mentoring & Coaching (20%)

Struktur program mentor, materi panduan, dan jadwal sesi coaching untuk menjaga arah penerapan.

D — Rancangan Stretch Assignment (70%)

Daftar penugasan dan proyek nyata yang dirancang selaras dengan kompetensi yang ingin dibangun.

E — Kerangka Evaluasi Dampak

Indikator dan mekanisme untuk mengukur perubahan perilaku serta hasil kerja pasca program.

Why Us

Proxsis HR merupakan bagian dari Proxsis Universe — ekosistem konsultan lintas disiplin, dari business strategy hingga human capital, yang membuat setiap program dirancang dengan sudut pandang bisnis, bukan sekadar sudut pandang training.

‎ 01‎‎ ‎

Dirancang expert lintas disiplin

Didukung Proxsis Universe: expert business strategy hingga human capital terlibat langsung merancang konten yang relevan dengan bisnis Anda.

‎ 02‎ ‎

Kombinasi 70:20:10 yang teruji

Metodologi belajar orang dewasa yang terukur, bukan sekadar rangkaian training tanpa arah yang jelas.

‎ 03 ‎

Fleksibel sesuai konteks Anda

Setiap journey dirancang dari kebutuhan spesifik perusahaan Anda, bukan template pelatihan generik.

‎ 04‎ ‎

Didampingi hingga dampak terukur

Pendampingan tidak berhenti di penyusunan modul — kami membantu merancang cara mengukur dampaknya ke kinerja tim.

FAQ

Pertanyaan yang sering diajukan

Bisa. Komposisi 70:20:10 justru membantu mengalokasikan anggaran secara lebih efisien — porsi terbesar ada pada penugasan nyata di tempat kerja yang biayanya jauh lebih rendah dibanding kelas formal.
Cocok. Learning Journey dirancang berbasis kompetensi dan konteks organisasi, bukan jumlah peserta, sehingga tetap relevan baik untuk tim kecil maupun ratusan karyawan lintas divisi.
Setiap journey dilengkapi kerangka evaluasi dampak sejak tahap desain, sehingga perubahan perilaku dan hasil kerja dapat dipantau, bukan hanya tingkat kepuasan peserta pelatihan.

"Sudah waktunya belajar, bukan sekadar acara tahunan."

Mari rancang perjalanan yang mengubah kompetensi tim Anda jadi hasil nyata.