Identifikasi perilaku kerja nyata, kebiasaan, dan kompetensi karyawan melalui Workplace Behavioral Observation yang sistematis, objektif, dan berbasis evidence untuk mendukung pengembangan individu maupun organisasi.
Diamati langsung di lingkungan kerja
Pola perilaku yang konsisten
Diukur melalui behavioral evidence
Individu maupun organisasi
Behavioral Observation Assessment membantu organisasi:
Organisasi akan memperoleh:
Kami menggunakan pendekatan Behavioral Event Observation yang terstruktur dengan competency framework, behavioral indicators, dan observation checklist.
Setiap hasil observasi didasarkan pada bukti perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kerangka kompetensi sebagai acuan setiap observasi.
Indikator perilaku yang jelas dan dapat diamati.
Daftar periksa observasi yang terstandar.
*Contoh area penerapan layanan, bukan klaim hasil proyek aktual.
Menetapkan tujuan, sasaran, dan ruang lingkup observasi.
Memetakan kompetensi dan indikator perilaku yang diamati.
Mengamati perilaku secara langsung di lingkungan kerja.
Mendokumentasikan perilaku sebagai behavioral evidence.
Menganalisis dan memvalidasi temuan observasi.
Menyusun laporan dan rekomendasi pengembangan.
Assessment yang dilakukan melalui observasi langsung terhadap perilaku individu saat menjalankan pekerjaannya untuk memperoleh behavioral evidence yang objektif.
Ya. Seluruh observasi dilakukan berdasarkan competency framework dan behavioral indicators yang telah disepakati.
Durasi disesuaikan dengan tujuan assessment, kompleksitas pekerjaan, dan jumlah peserta.
Ya. Hasil observasi sangat efektif sebagai dasar coaching, performance improvement, dan pengembangan kompetensi.
Ya. Mulai dari frontline, supervisor, manager, hingga level eksekutif.
Harga disesuaikan dengan jumlah peserta, level jabatan, metode asesmen, kompleksitas pemetaan, kebutuhan integrasi data, dan deliverables yang disepakati.
Hubungi Tim Proxsis Talent Force Assessment untuk Penawaran Terbaik.
