Workplace Behavioral Observation

Amati Perilaku Kerja Secara Objektif untuk Mendukung Keputusan SDM yang Lebih Tepat

Identifikasi perilaku kerja nyata, kebiasaan, dan kompetensi karyawan melalui Workplace Behavioral Observation yang sistematis, objektif, dan berbasis evidence untuk mendukung pengembangan individu maupun organisasi.

Fokus Observasi

Perilaku Kerja Nyata

Diamati langsung di lingkungan kerja

Kebiasaan Kerja

Pola perilaku yang konsisten

Kompetensi Karyawan

Diukur melalui behavioral evidence

Pengembangan

Individu maupun organisasi

Problem

Apakah Organisasi Anda Menghadapi Tantangan Ini?

Penilaian perilaku kerja masih subjektif.

Sulit mengetahui perilaku nyata karyawan di tempat kerja.

Hasil interview belum menggambarkan perilaku aktual.

Sulit mengidentifikasi penyebab rendahnya kinerja.

Supervisi belum memiliki standar observasi perilaku.

Belum tersedia data objektif untuk coaching dan development.

Solution

Behavioral Observation Assessment Berbasis Evidence

Behavioral Observation Assessment membantu organisasi:

Benefit

Apa Hasil yang Akan Anda Dapatkan?

Organisasi akan memperoleh:

Behavioral Observation Report

Behavioral Competency Profile

Strength & Development Area

Performance Behavior Analysis

Coaching Recommendation

Individual Development Recommendation

Executive Summary

Target Audience

Siapa yang Cocok Menggunakan Layanan Ini?

Peran & Fungsi

Industri

Why Choose Us?

Mengapa Behavioral Observation Assessment Kami Berbeda?

Kami menggunakan pendekatan Behavioral Event Observation yang terstruktur dengan competency framework, behavioral indicators, dan observation checklist.

Setiap hasil observasi didasarkan pada bukti perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan.

Competency Framework

Kerangka kompetensi sebagai acuan setiap observasi.

Behavioral Indicators

Indikator perilaku yang jelas dan dapat diamati.

Observation Checklist

Daftar periksa observasi yang terstandar.

Study Case

Implementasi Behavioral Observation

Observasi perilaku frontline service.

Evaluasi supervisor produksi.

Observasi safety behavior di area operasional.

Coaching berbasis hasil observasi.

Validasi kompetensi perilaku sebelum promosi.

*Contoh area penerapan layanan, bukan klaim hasil proyek aktual.

Assessment Methodology

Our 6-Step Behavioral Observation Process

01

Observation Planning

Menetapkan tujuan, sasaran, dan ruang lingkup observasi.

02

Behavioral Indicator Mapping

Memetakan kompetensi dan indikator perilaku yang diamati.

03

Workplace Observation

Mengamati perilaku secara langsung di lingkungan kerja.

04

Behavior Documentation

Mendokumentasikan perilaku sebagai behavioral evidence.

05

Analysis & Validation

Menganalisis dan memvalidasi temuan observasi.

06

Reporting & Development Recommendation

Menyusun laporan dan rekomendasi pengembangan.

Output

Setelah Assessment, Organisasi Akan Memperoleh

FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Assessment yang dilakukan melalui observasi langsung terhadap perilaku individu saat menjalankan pekerjaannya untuk memperoleh behavioral evidence yang objektif.

Ya. Seluruh observasi dilakukan berdasarkan competency framework dan behavioral indicators yang telah disepakati.

Durasi disesuaikan dengan tujuan assessment, kompleksitas pekerjaan, dan jumlah peserta.

Ya. Hasil observasi sangat efektif sebagai dasar coaching, performance improvement, dan pengembangan kompetensi.

Ya. Mulai dari frontline, supervisor, manager, hingga level eksekutif.

Offering

Bangun Budaya Kinerja Melalui Behavioral Observation yang Objektif

PROMO

ADDED VALUE

HARGA

Custom Corporate Pricing

Harga disesuaikan dengan jumlah peserta, level jabatan, metode asesmen, kompleksitas pemetaan, kebutuhan integrasi data, dan deliverables yang disepakati.

Hubungi Tim Proxsis Talent Force Assessment untuk Penawaran Terbaik.

Behavioral Observation Assessment

Observe Behavior. Build Competence. Improve Performance.

Evidence-Based Observation for Better Performance Decisions