Mendalami Peran HR dalam Transformasi Bisnis

5 Menit Membaca
Peran HR sebagai wadah transformasi bisnis.

Transformasi bisnis adalah kunci bagi perusahaan untuk tetap bisa bertahan di tengah persaingan pasar. Baik itu transformasi digital ataupun model bisnis yang dijalankan.

Untuk mencapai hasil yang optimal, perusahaan atau organisasi harus melibat seluruh elemen dan bidang perusahaan. Termasuk juga peran human resource (HR) atau sumber daya manusia (SDM).

HR bahkan memiliki peran yang cukup besar dalam mendorong transformasi bisnis perusahaan, terutama dalam membangun budaya baru bagi karyawan sebagai modal dasar untuk melakukan transformasi.

Apalagi saat ini dampak dari pandemi Covid-19, perusahaan dituntut untuk melakukan berbagai transformasi bisnis khususnya digital seiring bergesernya pola bekerja dari jarak jauh atau hybrid.

Peran HR sebagai wadah Transformasi

Transformasi bisnis membutuhkan waktu dan proses yang panjang, sehingga harus didukung dengan perencanaan yang matang oleh perusahaan. Berikut peran HR dalam mewujudkan transformasi;

1. Membangun Kesadaran

Peran pertama HR yaitu membangun pemahaman dan kesadaran seluruh karyawan terkait urgensi transformasi yang akan dilakukan perusahaan. Kesadaran seluruh elemen perusahaan menjadi modal dasar untuk memulai sebuah transformasi.

2. Menumbuhkan Kepercayaan

Faktor yang cukup penting dalam melakukan sebuah transformasi yaitu trust atau kepercayaan baik sesama karyawan dan karyawan terhadap perusahaan serta sebaliknya. HR sangat berperan untuk menumbuhkan trust karyawan untuk melakukan sebuah transformasi.

3. Memperkuat Kesolidan

Transformasi akan lahir dari tim kerja yang solid, mulai dari jajaran kepemimpinan, manajemen hingga karyawan. Tanpa tim yang kuat, yang solid, transformasi akan sulit untuk dicapai.

4. Membuat Visi Perubahan

HR turut bertanggung jawab untuk menyusun visi transformasi yang akan dilakukan, terutama hal-hal yang bersangkutan dengan pemberdayaan dan pengembangan sumber daya manusia.

5. Penilaian Karyawan

Kualitas karyawan menjadi faktor yang menentukan sebuah transformasi. HR perlu melakukan penilaian terhadap kompetensi dan kemampuan karyawan, bahkan menyediakan pelatihan meningkatkan keahlian SDM agar lebih siap melakukan transformasi.

6. Menyusun Target

HR juga harus memiliki program dan target tersendiri dalam melakukan transformasi, termasuk merancang perubahan di internal HR sendiri.

7. Memetakan Potensi Hambatan

Sebagai bidang yang menaungi sumber daya manusia, HR memiliki posisi yang strategis dalam memetakan hambatan atau kendala yang berpotensi muncul dari faktor SDM. Sehingga, HR bisa melakukan pemetaan lebih dini terkait hambatan-hambatan dalam mewujudkan transformasi.

Transformasi HR

Quote dari Gary Hamel, seorang pakar manajemen, “You can't build an adaptable organization without adaptable people-and individuals change only when they have to, or when they want to.”Salah satu pemicu dari transformasi bisnis adalah perkembangan teknologi yang membantu dan memudahkan pekerjaan. Sebagai bidang yang krusial dalam perusahaan, HR juga harus melakukan transformasi manajemen agar lebih produktif dan efisien. Berikut transformasi yang bisa diterapkan HR;

  • Proses Rekrutmen

Perkembangan teknologi saat ini memungkinkan proses rekrutmen sumber daya manusia dapat dilakukan berbasis teknologi digital AI pada tahapan-tahapan tertentu. Seperti pada proses screening calon karyawan, HR dapat menggunakan AI dalam menyaring skor kandidat berdasarkan potensi.

  • Administrasi HR

Banyak perusahaan yang masih terkendala dalam proses administrasi yang memakan waktu, termasuk di bidang HR, seperti regulasi cuti, data KPI, monitoring, hingga laporan. HR bisa menerapkan teknologi AI untuk membantu tugas-tugas secara otomatis dan tersistem agar lebih efisien.

  • Komunikasi dan Sosialisasi

Transformasi yang bisa diterapkan HR selanjutnya yaitu proses onboarding atau sosialisasi organisasi terhadap karyawan. HR bisa membangun sebuah sistem komunikasi dengan mengintegrasikan teknologi AI untuk membantu penyebaran informasi dan sosialisasi kebijakan terbaru.

HR juga dapat memanfaatkan organizational network analysis (ONA) untuk meningkatkan integrasi, interaksi dan produktivitas perusahaan.

  • E-Training

Salah satu dampak dari pandemi Covid-19 adalah berkembangnya tren meeting hybrid atau virtual, baik untuk keperluan rapat atau pun pelatihan-pelatihan bagi karyawan. Hal ini bisa diterapkan oleh HR untuk menyediakan e-training sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi karyawan.

Transformasi merupakan strategi perusahaan untuk memastikan bisnis tetap kompetitif di waktu dan kondisi yang terus berubah, baik transformasi dari segi bisnis ataupun HR. Perlu adanya visi yang jelas dan perencanaan matang oleh perusahaan untuk melakukan sebuah transformasi untuk mencapai kinerja yang lebih maksimal dan hasil yang lebih optimal.

Apakah Anda seorang profesional HR dan ingin memaksimalkan fungsi HR sebagai pendorong transformasi bisnis Anda? Hubungi expert kami sekarang di Proxsis HR untuk konsultasikan kebutuhan Anda melalui link berikut.

Menu