Konsep kepemimpinan

Melihat Konsep Kepemimpinan di Era Digital 4.0

Tren pengembangan kepemimpinan tidak hanya cukup belajar dan paham konsep kepemimpinan namun harus juga menguasai berbagai teknik atau tools soft-skill yang relevan, disesuaikan dengan posisi, situasi dan tantangan yang dihadapi perusahaan.

Setiap orang memiliki potensi kepemimpinan dalam dirinya (Born), namun untuk menghadapi konteks dan tantangan yang semakin meningkat perlu pengembangan (Made), artinya kebutuhan dan kemauan belajar harus datang dari dalam diri seseorang (horizontal) dan setiap pemimpin maupun diatasnya lagi akuntable terhadap program kepemimpinan (vertikal).

Program pengembangan kepemimpinan bukan hanya milik divisi SDM atau di drive oleh HR, namun menjadi kebutuhan setiap orang dalam organisasi/perusahaan.

Pengembangan kepemimpinan secara individual sudah tidak cukup, diperlukan lingkungan yang menumbuh suburkan kepemimpinan yaitu pengembangan kepemimpinan kolektif dalam perusahaan.

Pemahaman tentang apa itu kepemimpinan dapat di lihat dari interaksi ke tiga hal: Sosok pemimpin, pengikut dan konteks. Sehingga definisinya bisa di lihat dari sisi sifat-sifat seorang pemimpin, perilaku pemimpin, atau interaksi antara pemimpin dengan pengikut pada konteks tertentu. Sedemikian luasnya definisi kepemimpinan, pada sesi ini hanya akan di bahas pemimpin dalam konteks organisasi bisnis.

Pemahaman kepimpinan dimasa lalu sudah tidak memadai lagi, perlu peningkatan kapabilitas yang lebih tinggi. Era revolusi industri 4.0/Digital, pengaruh global, makro dan mikro situasi, membuat bisnis semakin complex, semakin sulit diprediksi dan berubah dengan cepat.

Untuk mensiasati tantangan ini diperlukan visi yang kuat sesuai dengan konteks, penguasaan kekuatan informasi agar memiliki pemahaman tinggi terhadap situasi. Perjelas dengan penggunaan model, frame work, simplifikasi dan kreatif dan inovatif dalam mencari taktik solusi terbaik sehingga gesit dan adaptif terhadap perubahan.

Menurut survey di temukan bahwa 40% pemimpin baru mengalami kegagalan dalam kurun waktu 18 bulan pertama. Pemimpin baru yang di rekrut dari luar perusahaan, 2 kali kemungkinan gagal dibanding dengan promosi pemimpin secara internal. Menurut Aberdeen kepemimpinan saat ini hanya 2% perusahaan merasa bahwa mereka memiliki program pengembangan kepemimpinan yang baik.

Kalaupun ada program, ternyata hanya mampu memenuhi 2/3 kebutuhan pemimpin dimasa depan. “Kepemimpinan adalah tantangan terbesar bagi banyak organisasi bisnis dalam situasi saat ini dan dimasa depan”.

Baca Juga:

Tapi, mengapa banyak kepemimpinan yang tidak efektif?

Menurut riset akar masalahnya dapat dibagi menjadi 2 faktor:

  1. Lemahnya kemampuan kepemimpinan: Tidak dididik kepemimpinan sebelum promosi atau lupa dididik setelah duduk di posisi.
  2. Lemahnya kemampuan Soft-skill: Belajar konsep kepemimpinan namun tidak dilengkapi dengan tools kepemimpinan seperti Influencing, Persuasive, Assertive communication skill, Coaching skill, People Skill etc.

“Kontribusi kompetensi teknis hanya 10 % terhadap kegagalan pemimpin, selebihnya adalah Soft skill, berita bagusnya Soft–skill dapat dipelajari”.

Menurut riset Harvard University dan Carnegie Foundation dan Stanford research center semua menyimpulkan bahwa 15 % sukses dalam pekerjaan datang dari teknikal skill dan pengetahuan dan 85% dari soft skill yang di develop dengan baik dan kemampuan people skills.

Melihat tren digital yang semakin meningkat saat ini ada 5 alasan mengapa soft skill semakin penting, yaitu:

  1. Teknikal skill tanpa soft skill menjadi kurang bermanfaat
    Produk Knowlegde hebat menjadi tidak berarti tanpa communication skill
  1. Soft skill lebih sulit dipelajari
    Teknikal skill lebih mudah dipelajari dan cepat terlihat hasilnya, harus sadar kemampuan soft skill saat ini masih rendah dan butuh.
  1. Lingkungan kerja modern membutuhkan Soft Skill
    Kolaborasi, networking, interaksi dan suasana yang mendukung kreatifitas dan inovasi. Sangat diperlukan dalam konteks bisnis.
  1. Customer membutuhkan soft skill
    Bersaing di Keunggulan produk dan harga mudah di tiru, kedekatan hubungan, trust, pelayanan yang jadi pembeda.
  1. Era digital semakin membutuhkan soft skill
    Akan semakin banyak manual menjadi otomatis, perkerjaan diambil alih oleh teknologi, Soft– skill lah pembedanya.

Memasuki era digital sebagai pemimpin perlu menguasai kemampuan soft skill 3 C: seperti Complex problem solving, Critical thingking dan Creativity (Balance Right & Left Brain function) selain kompetensi soft –skill lain sebagai tools kepemimpinan yang revelan dengan kebutuhan dan tantangan dalam perusahaan. Ada beberapa pergeseran konsep kepemimpinan di dunia digital

Tahun 2015

  1. Complex Problem solving
  2. Coordinating with others
  3. People Management
  4. Critical Thinking
  5. Negotiation
  6. Quality Control
  7. Service Orientation
  8. Judgment and Decision Making
  9. Active Listening
  10. Creativity

Tahun 2020

  1. Complex Problem Solving
  2. Critical Thinking
  3. Creativity
  4. People Management
  5. Coordinating with Others
  6. Emotional Intelligence
  7. Judgment and Decision Making
  8. Service Orientation
  9. Negotiation
  10. Cognitive Flexibility

Itulah beberapa konsep kepemimpinan di dunia digital menurut riset dan beberapa ahli. Sudah efektifkah konsep kepemimpinan dalam bisnis Anda?

Pelatihan Pengembangan SDM menyediakan Pelatihan Kepemimpinan atau Leadership Training, untuk informasi lengkap dapat lihat disini

No results found.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu