Proxsis HR Gelar Program T3 untuk Atasi Tantangan Komunikasi Karyawan di Era Digital

5 Menit Membaca
Trainer perusahaan sedang memandu program T3 untuk meningkatkan public speaking karyawan

Proxsis HR meluncurkan program pelatihan bertajuk T3 (Transforming the Trainer) dengan pendekatan *mind power*. Program ini bertajuk “Transforming from Ordinary to Star Presenter”. Kegiatan itu dirancang untuk membantu karyawan mengatasi hambatan komunikasi di tempat kerja.

Pelatihan ini diadakan pada Kamis (17/07/2025) hingga Jumat (18/07/2025). Tempatnya di Cosmo Amarossa Hotel, Jakarta Selatan. Waktu pelaksanaan mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

Program ini lahir dari tantangan nyata di banyak perusahaan. Di era disrupsi digital, karyawan kerap kesulitan menyampaikan ide dengan jelas. Padahal gagasan mereka kuat. Para pemimpin atau tim juga tidak percaya diri berbicara di forum strategis.

Kondisi itu berdampak pada gagalnya presentasi penting di depan klien. Miskomunikasi antar tim juga memicu konflik dan salah eksekusi. Akibatnya, peluang bisnis hilang karena presentasi tidak menarik.

Proxsis HR menilai komunikasi kontekstual bukan lagi sekadar keterampilan lunak. Kemampuan itu menjadi keterampilan inti atau core skill. Perusahaan masa kini tidak cukup hanya memiliki karyawan pintar. Mereka juga harus mampu berbicara, menyampaikan, dan menginspirasi.

Program T3 ini menawarkan tujuh poin kemampuan bagi peserta. Pertama, pondasi komunikasi efektif dan membangun kepercayaan dari audiens. Kedua, mengasah kemampuan antarpribadi dan komunikasi sesuai profil audiens. Ketiga, penguasaan materi dan penyusunan konten yang efektif.

Keempat, teknik penyampaian pesan yang memikat dan mudah diingat. Kelima, penyelarasan cara menyampaikan pesan. Keenam, pendekatan komunikasi berbasis neurologi dan emosi. Ketujuh, mengasah kemampuan presentasi, komunikasi, dan antarpribadi lewat simulasi.

Sasaran peserta program ini umum. Jumlahnya 25 orang. Mereka bisa berasal dari kalangan pelatih di lembaga diklat. Juga trainer internal yang membawakan modul pelatihan di perusahaan. Trainer dari fungsi sumber daya manusia bidang pelatihan juga menjadi target.

Para pemimpin atau supervisor yang memberi pelatihan dan presentasi kepada timnya. Profesional yang ingin meningkatkan kemampuan sebagai pelatih, pembicara publik, atau presenter. Termasuk mereka yang berencana beralih profesi menjadi trainer.

Program ini menjanjikan tiga dampak utama. Pertama, meningkatkan kekuatan batin dan kepercayaan diri saat berbicara di depan umum. Kedua, menguasai teknik komunikasi sugestif yang memengaruhi audiens. Ketiga, menguasai teknik mengajar yang efisien waktu. Peserta juga diharapkan menjadi trainer dan presenter inspiratif yang punya dampak emosional.

Salah satu peserta, Fauzan dari Adimix, memberi kesan. “Di sini saya telah mengikuti pelatihan ‘Transforming the Trainers’ yang dibawakan oleh Pak Yume. Oke, mungkin kesannya itu ya, ini materi menurut saya bagus karena ini juga relate dengan apa yang saya butuhkan,” ujarnya.

Fauzan mengaku sebelumnya belum pernah mendapatkan materi ini. Menurutnya, presentasi sering hanya dilihat dari aplikasi di tempat kerja. “Mungkin juga kita hanya melihat atasan kita presentasi, atau siapa pun presentasi. Nah, kita bisa copy itu, tapi kita belum tentu tahu nih, itu sudah sesuai atau belum,” kata dia.

Dari pelatihan dua hari itu, Fauzan mengaku sudah mengetahui pelajaran yang bisa diambil. Ia bisa mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari, khususnya dunia kerja.

Peserta lain, Mario dari PT Transportasi Jakarta, juga memberi tanggapan. “Selama dua hari ini, kami dibekali dengan trainer yang luar biasa, Pak Yumei. Kita belajar tentang mengontrol mindset kita, itu yang pertama dari self-mastery, lalu kita mengontrol audiens kita siapa,” tuturnya.

Mario menyebut empat poin utama yang dipelajari. Yakni mengontrol diri, audiens, konten yang disampaikan, dan cara menyampaikannya. Menurutnya, hal itu sangat bermanfaat untuk pengembangan karier. Ia sering menjadi pembicara publik atau mempresentasikan sesuatu.

“Trik-trik, tips yang diberikan oleh Pak Yumei sangat bermanfaat. Kami di TJ juga memang ada program, jadi setiap orang yang mengikuti pelatihan harus melakukan sharing session,” kata Mario. Ia akan melakukan sesi berbagi ke semua tim di divisi SDM. Tujuannya agar satu tim memiliki kerangka kerja yang sama.

Proxsis HR menawarkan konsultasi gratis selama 30 hingga 45 menit. Calon peserta juga bisa mengunduh studi kasus lengkap. Pendaftaran program serupa untuk batch berikutnya sudah dibuka. Formulir minat kolaborasi tersedia melalui tautan tertentu.

Pihak perusahaan mengajak organisasi lain meniru pendekatan ini. Komunikasi harus menjadi prioritas strategis. Setiap ide brilian perlu tersampaikan dengan jelas dan meyakinkan. Tim yang pintar juga harus berani bicara dan menginspirasi.

Rate this post
Bagikan artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.