Setiap orang ingin menjalani hidup bahagia dan melakukan hal apapun untuk mencapai cita-cita yang diimpikan. Bahkan dengan bekerja keras dari siang sampai malam agar bisa menikmati hidup yang lebih baik. Namun bagaimana jika saat kesuksesan tersebut telah dicapai, kita tidak merasakan kebahagiaan? Seakan kerja keras yang telah dilakukan selama ini tidak berarti apa-apa dalam kehidupan kita? Nah kondisi ini dinamai dengan Arrival Fallacy, sebuah fenomena saat seseorang telah berhasil meraih tujuannya, tapi tidak merasakan kebahagiaan.
Apa itu Arrival Fallacy?
Istilah Arrival Fallacy pertama kali diperkenalkan oleh pakar psikologi Tal Ben Shahar dalam buku berjudul Happier: Learn The Secrets to Daily Joy and Lasting Fulfillment. Dalam karyanya tersebut, Ben Shahar menerangkan, Arrival Fallacy sebagai sebuah ilusi tentang kebahagian merupakan tujuan utama dalam hidup.
Ben Shahar mengungkapkan kondisi ini sering dialami oleh para tokoh-tokoh besar, selebritas yang telah meraih kesuksesan. Namun, kesuksesan tersebut tidak mendatangkan arti dari kebahagiaan hidup sesungguhnya.
Sehingga tidak heran, jika sering kita lihat para selebritas atau pun tokoh-tokoh besar itu mengalami gangguan mental. Bahkan sampai mengonsumsi zat terlarang untuk mengatasi ketidakbahagiaan yang mereka rasakan.
Orang yang mengalami Arrival Fallacy ini sering merasa kesuksesan yang telah ia capai tidak mendatangkan kebahagian. Atau merasa kesuksesan tersebut tidak bisa mengatasi ketidakbahagiaan yang ia rasakan. Sehingga tidak jarang kesuksesan hanya akan memperburuk kondisi mental orang yang mengalami Arrival Fallacy.
Apa yang Menyebabkan Arrival Fallacy?
Fenomena ini masih menyimpan banyak misteri yang belum terungkap, termasuk penyebab dari gangguan psikologi ini. Sejauh ini juga belum ada penelitian yang mendalami penyebab dari seseorang mengalami Arrival Fallacy.
Namun, sejumlah faktor dan gejala yang menyebabkan seseorang mengalami fenomena ini bisa dipicu oleh persepsi terkait kebahagiaan yang diyakini oleh seseorang. Terutama anggapan terkait kesempurnaan terhadap sesuatu. Kondisi ini menyebabkan seseorang terjebak dalam ilusi bahwa segala sesuatu harus sempurna, termasuk kebahagiaan dalam hidup.
Faktor lainnya yang dapat menyebabkan Arrival Fallacy yaitu terlalu fokus pada kesuksesan eksternal seperti memiliki uang banyak, terkenal, mencapai puncak karir yang ternyata tidak membawa kebahagiaan dalam jangka panjang. Ambisi dalam mengejar kesuksesan eksternal ini juga tidak diiringi dengan kesuksesan internal, sehingga kesuksesan tersebut tidak mendatangkan kebahagiaan.
Bagaimana Cara Mengatasi Arrival Fallacy?
Setiap orang berpotensi mengalami Arrival Fallacy, terutama orang yang telah bekerja keras dalam mencapai tujuannya. Berikut beberapa tips untuk bisa mengatasinya bila kerja keras kamu belum mendatangkan kebahagiaan
-
Temukan Kembali Tujuan Hidup
Menentukan tujuan hidup merupakan hal yang paling penting, termasuk dalam bekerja. Saat kehilangan tujuan hidup, kamu akan mudah untuk putus asa dan merasa kecewa. Hal ini bisa menyebabkan kamu mengalami Arrival Fallacy.
-
Bersyukur Terhadap Hal-hal Kecil
Sejatinya, fenomena ini merupakan kondisi manusia tidak mampu bersyukur atas hal yang telah diberikan, termasuk kesuksesan, sehingga tidak mendatangkan kebahagiaan. Jika kita bisa dan terbiasa untuk mensyukuri hal-hal kecil, kita tentu akan bisa merasakan kebahagiaan yang besar saat diberikan sesuatu yang besar.
-
Percaya Pada Proses
Arrival Fallacy muncul akibat seseorang terlalu fokus pada tujuan di masa depan, sehingga terjebak dengan ilusi-ilusi keberhasilan yang akan diraih. Namun, sebagai manusia, kita harus tetap percaya pada proses dan usaha, tidak pada hasil akhir. Terus belajar dari proses-proses yang dilalui meski harus membutuhkan waktu yang panjang sampai kesuksesan datang dengan membawa kebahagiaan yang sesungguhnya.
-
Upgrade Diri
Salah satu usaha yang bisa kamu lakukan untuk menghindari Arrival Fallacy yaitu dengan terus belajar dan meningkatkan kualitas hidup, seperti mengikuti training atau kelas terkait.
Salah satunya dengan mengikuti Learning & Development Training untuk meningkatkan pengetahuan, kompetensi, dan keterampilan serta kepuasan kerja. Kamu bisa mendaftar sekarang juga untuk kelas training yang dibuka oleh Proxsis HR.
Proxsis HR memiliki para expert dan program training yang akan membantu kamu dalam meningkatkan kualitas hidup, terutama di dunia kerja. Segara hubungi kami di Hello Expert sekarang juga. Proxsis HR siap untuk melayani dan berkolaborasi. Cek selengkapnya di link berikut.
Inquiry
News & Article
- Dollar Naik dan SDM Ikut Terdampak, Ini yang Sering Tidak Disadari Perusahaan
- Tips Menghadapi Konflik di Tempat Kerja
- Kenapa Creative Problem Solving Jadi Kompetensi Paling Dicari
- Leader Bootcamp YOU C1000 Jadi Titik Balik, 60 Manajer dan Supervisor Ditempa Bangun Ownership dan Dedikasi 1000 Persen
- Rahasia Neuro-Communication: Cara Mempengaruhi Audiens Menggunakan Prinsip NLP dan Triple Helix
Latest Events
- Leader Bootcamp YOU C1000 Jadi Titik Balik, 60 Manajer dan Supervisor Ditempa Bangun Ownership dan Dedikasi 1000 Persen
- Proxsis HR: Sinergi HR dan K3 Tekan 80 Persen Kecelakaan Akibat Perilaku Tidak Aman
- Proxsis HR Gelar Program T3 untuk Atasi Tantangan Komunikasi Karyawan di Era Digital
- Yamaha Indonesia Gandeng Proxsis HR Tingkatkan Kompetensi Trainer Lewat Mind Power Program
- Yumei Sulistyo: Transformasi Adalah Keharusan, Bukan Pilihan bagi Proxsis & Co