Bagaiamana Cara Menilai Keterampilan dan Kompetensi Karyawan?

Perusahaan harus cepat beradaptasi dengan lingkungan yang berubah; begitu juga dengan karyawan perusahaan. Untuk membuat perubahan tersebut, manajer Human Resource (HR) harus tahu persis keterampilan dan kompetensi apa saja yang telah dimiliki karyawan. Dari informasi tersebut, HR dapat mengatur pelatihan dan seminar tentunya untuk menambah pengetahuan dan keterampilan. Berikut ini beberapa cara Anda, sebagai manajer Human Resource atau pemilik bisnis, dapat menilai keterampilan dan kompetensi karyawan.

  1. Berikan Tes kepada Karyawan Anda
    Ini adalah cara yang cukup efisien untuk menilai pengetahuan teknis dan teoritis. Namun, tes tersebut dilakukan dalam kondisi “pengamatan”, sehingga tidak memberikan gambaran yang tepat apakah karyawan akan dapat menggunakan pengetahuan dalam kehidupan nyata atau tidak. Tes ini mungkin dapat dilakukan sesekali.
  1. Minta Untuk Menyiapkan Penilaian Diri
    Anda dapat mengirimkan kuesioner kepada karyawan Anda yang harus mereka isi sendiri. Di satu sisi itu tidak hanya menunjukkan kemampuan mereka, tetapi juga persepsi diri mereka. Di sisi lain, mungkin tidak mendapat manfaat dari sudut pandang subjektif seperti ini: evaluasi mereka terlalu optimis atau pesimistis. Dengan demikian, metode ini harus digunakan dengan metode lainnya yang lebih objektif.
  1. Dapatkan Umpan Balik dari Tim
    Mintalah karyawan untuk memberikan feedback umpan balik pada kinerja satu sama lain (pastikan itu tidak bersifat pribadi!) Dan lihat apakah masing-masing dari mereka dapat melakukan pekerjaannya di tingkat tinggi.
  1. Masukkan Karyawan Dalam Situasi Nyata
    Cara paling efisien untuk melatih dan menilai keterampilan – tidak ada yang lebih baik daripada berlatih. Bagaimana jika dalam kondisi tersebut, karyawan Anda gagal? Bisakah Anda mengambil risiko? Untuk memastikan bahwa karyawan Anda dapat melakukan tugas dengan baik, lebih aman untuk memulai dengan metode lain. Namun, jika Anda yakin dengan kualifikasi staf Anda, Anda dapat menempatkan mereka dalam situasi-situasi tertentu untuk menantang dan memeriksa kemampuan mereka.
  1. Biarkan Mereka Memainkan Game Bisnis
    Tren gamification saat ini menembus berbagai aspek kehidupan kita. Saat ini tidak hanya anak-anak bermain game, ada banyak permainan yang tidak hanya memiliki fungsi hiburan, tetapi juga melayani tujuan profesional dan dibuat untuk orang dewasa.
  1. Umpan Balik Permintaan Klien
    Ini adalah cara yang baik tidak hanya untuk melihat bagaimana karyawan Anda bekerja, tetapi juga untuk berkomunikasi dengan klien dan belajar lebih banyak tentang kebutuhannya. Gunakan kesempatan luar biasa ini, tetapi pastikan bahwa staf Anda sudah memiliki keterampilan yang memadai untuk diuji dengan metode ini.

Masing-masing organisasi tentunya memilih metode terbaik. Bergantung pada keterampilan yang Anda butuhkan untuk menguji dan kondisi (waktu, sumber daya, dll) yang Anda ikuti. Untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia aparatur pelayanan diperlukan perencanaan yang konsisten bagi pengembangan dan peningkatan kompetensi SDM pelayanan, baik melalui diklat-diklat teknis maupun fungsional. Oleh karena itu, pengukuran kompetensi (competency assessment) bagi SDM pelayanan publik menjadi suatu keharusan dalam rangka meningkatkan kualitas dari karyawan itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

Menu
Open chat