Usia senja dan pensiun bisa menjadi momok bagi seorang pekerja. Persiapan dan rencana matang adalah jurus menghindari nestapa masa tua itu.

Bagi sebagian orang, pensiun adalah “hadiah” setelah puluhan tahun bekerja. Sekarang, waktu yang tepat bagi mereka untuk bersantai, bereksplorasi, bersenang-senang, dan melepaskan diri dari tekanan pekerjaan. Namun, bagi sebagian orang yang lain, pensiun justru dianggap sebagai masa yang mencemaskan. Selain kondisi fisik yang merosot, juga produktivitas yang kian menurun.

Adakah seseorang yang tidak ingin menjalani usia senja dengan bahagia?

Memasuki usia pensiun dengan kemewahan waktu yang luang dan pada saat yang sama juga bisa memenuhi segala macam kebutuhan, juga mewujudkan keinginan.

Hari pensiun, cepat atau lambat, pasti datang. Bersiap diri perlu dilakukan.

Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menyiapkan masa pensiun yang sejahtera, sehat, dan bahagia. Tentu, di luar daftar ini ada hal-hal lain yang perlu Anda siapkan, karena karakter tiap individu berbeda. Yang jelas, semakin dini Anda bersiap diri, semakin baik hasilnya.

  1. Persiapan keuangan (financial)
    Walaupun Anda mendapatkan uang pensiun dari perusahaan, besar kemungkinan uang tersebut tidak cukup untuk mempertahankan kualitas hidup. Karena itu, perlu ada tambahan dana pensiun yang harus direncanakan. Lakukan investasi atau rencana bisnis jangka panjang selagi masih berusia produktif.
  1. Persiapan kesehatan
    Berapapun usia Anda, menjaga mental, kehidupan sosial, dan fisik yang aktif akan berdampak baik bagi kesehatan. Penelitian di Swedia terhadap 1.810 orang berusia di atas 75 tahun menyarankan, para pensiunan perlu tetap memiliki gaya hidup sehat dan aktif secara fisik supaya panjang umur.
  1. Persiapan mental
    Mulailah memikirkan apa yang ingin Anda lakukan untuk mengisi masa pensiun. Misalnya berkebun lima hari dalam seminggu dan jalan-jalan keluar negeri tiap dua tahun sambil menulis jurnal perjalanan untuk diterbitkan menjadi buku. Hal ini merupakan salah satu persiapan mental yang bisa Anda lakukan dan menjadikan hal ini sebagai sesuatu yang positif dan bermanfaat.

Selain mempersiapkan beberapa hal, sebagai pensiunan, Anda harus tetap bahagia dan tetap harus bersenang-senang.

Apakah benar yang dikatakan oleh banyak orang tentang seorang pensiunan di usia senja tidak bisa bersenang-senang dan melakukan kegiatan wisata? 

Pada dasarnya, bersenang-senang dengan cara melakukan wisata ke suatu tempat menjadi hak siapa saja, termasuk para pensiunan yang sudah mulai memasuki usia senja. Meski tak bisa sebebas wisatawan pada umumnya karena keterbatasan usia, para pensiuanan usia senja masih bisa menikmati waktu liburannya. Ikuti tips berikut agar Anda tetap mampu bersenang-senang dan melakukan kegiatan wisata pada masa pensiunan:

  1. Gunakan waktu di hari kerja
    Karena kebanyakan lansia sudah dalam masa pensiun atau tak bekerja lagi, maka waktu yang paling tepat untuk berwisata adalah saat hari-hari kerja. Dimana biasanya objek-objek wisata hingga akomodasi lainnya mematok tarif yang lebih murah dibanding pada saat akhir pekan. Selain itu, keadaan juga elatif tidak terlalu ramai, sehingga risiko hal-hal membahayakan lebih kecil.
  1. Melakukan perjalanan darat
    Berwisata melalui jalur darat biasanya akan lebih menghemat biaya jika dibanding dengan menggunakan pesawat. Selain itu, banyak juga spot-spot wisata yang bisa dikunjungi sepanjang perjalanan menuju lokasi tujuan. Menyetir sendiri atau menyewa sebuah mobil beserta supirnya menjadi pilihan yang bisa dilakukan.
  1. Hubungi kerabat di tempat tujuan
    Selain untuk mempererat hubungan persaudaraan, para lansia juga bisa memperoleh “tumpangan” gratis selama berwisata di tempat-tempat tertentu dengan menghubungi kerabatnya.
  1. Lakukan perjalanan wisata lebih lama
    Di masa muda kebanyakan orang sangat terikat dengan waktu kerja sehingga sulit untuk beriwsata di waktu yang lama. Maka masa-masa pensiun bagi lansia menjadi waktu yang tepat untuk mengambil perjalana wisata yang panjang.
    Dibanding harus mengunjungi satu destinasi satu-persatu, kenapa tidak menggabungkan semuanya di waktu yang sama? Selain menghemat biaya, akan lebih banyak spot-spot wisata yang bisa dikunjungi karena waktu yang lebih longgar.
  1. Ditemani atau didampingi
    Mengajak teman sebaya yang juga memiliki banyak waktu luang akan menjadi sebuah kelebihan. Selain bisa saling menjaga, pergi bersama seseorang bisa mengurangi biaya perjalanan, karena akomodasi yang digunakan selama perjalanan bisa ditanggung bersama.

Pensiun bukanlah hal yang menakutkan. Anda masih bisa hidup bahagia dan melakukan banyak hal bahkan melakukan perjalanan wisuta, dengan syarat Anda harus menerapkan hal-hal yang telah disebutkan di atas.

Sumber : //www.moneycrashers.com/
Image: //www.indy100.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

Menu
Open chat