
Di era transformasi digital dan perubahan industri yang begitu cepat, perusahaan dituntut untuk terus berinovasi dan beradaptasi. Apa kunci suksesnya? Jawabannya; Budaya belajar berkelanjutan. Ya, perusahaan yang mampu menciptakan lingkungan kerja di mana karyawan terus belajar dan berkembang akan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Tapi, bagaimana cara membangun budaya belajar berkelanjutan ini? Jawabannya bisa dimulai dari program onboarding. Onboarding bukan sekadar proses perkenalan, melainkan fondasi untuk menanamkan nilai-nilai pembelajaran sejak hari pertama karyawan bergabung. Mari kita bahas lebih dalam.
Apa Itu Budaya Belajar Berkelanjutan?
Budaya belajar berkelanjutan adalah lingkungan kerja di mana pembelajaran dan pengembangan diri menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Ini bukan sekadar tentang pelatihan formal, tetapi juga tentang menciptakan kebiasaan di mana karyawan terus mencari pengetahuan baru, mengasah keterampilan, dan beradaptasi dengan perubahan.
Karakteristik utama budaya belajar berkelanjutan
- Keterbukaan terhadap Perubahan: Karyawan didorong untuk menerima dan beradaptasi dengan perubahan, baik dalam teknologi, proses, maupun tren industri.
- Kolaborasi dan Berbagi Pengetahuan: Lingkungan kerja yang mendukung kolaborasi dan pertukaran ide antar karyawan.
- Dukungan Manajemen: Pimpinan perusahaan aktif mendorong dan memfasilitasi proses pembelajaran.
- Akses ke Sumber Belajar: Karyawan memiliki akses mudah ke berbagai sumber belajar, seperti pelatihan, webinar, atau perpustakaan digital.
Keuntungan Budaya Belajar Berkelanjutan
Budaya belajar berkelanjutan membawa banyak manfaat bagi organisasi, antara lain:
- Peningkatan Keterampilan Karyawan: Karyawan yang terus belajar akan memiliki kompetensi yang lebih baik, baik dalam hal teknis maupun soft skills.
- Adaptasi terhadap Perubahan: Perusahaan yang memiliki budaya belajar akan lebih cepat beradaptasi dengan perubahan industri dan teknologi.
- Peningkatan Daya Saing: Karyawan yang terus berkembang akan membawa inovasi dan ide-ide segar, meningkatkan daya saing perusahaan.
- Retensi Karyawan yang Lebih Baik: Karyawan yang merasa didukung untuk berkembang cenderung lebih loyal dan betah di perusahaan.
- Peningkatan Produktivitas: Karyawan yang terampil dan termotivasi akan bekerja lebih efisien dan efektif.
Studi Kasus: Perusahaan yang Sukses Menerapkan Budaya Belajar Berkelanjutan
Perusahaan seperti Google dan Microsoft telah membuktikan bahwa budaya belajar berkelanjutan adalah kunci kesuksesan mereka. Mereka menyediakan berbagai program pelatihan, mentoring, dan akses ke sumber belajar yang luas untuk karyawannya.
Baca juga : 13 Manfaat Budaya Akhlak BUMN bagi Kinerja dan Reputasi Perusahaan
Manfaat Budaya Belajar Berkelanjutan
Budaya belajar berkelanjutan memberikan manfaat penting bagi organisasi.
- Pertama, ia meningkatkan keterampilan karyawan, membuat mereka lebih kompeten dan inovatif.
- Kedua, perusahaan yang adaptif terhadap perubahan industri akan lebih unggul, meningkatkan daya saing di pasar. Selain itu, karyawan yang didukung dalam pengembangan diri cenderung lebih termotivasi dan loyal, meningkatkan engagement mereka.
- Terakhir, pembelajaran berkelanjutan membantu karyawan untuk mengikuti perkembangan teknologi dan tren terbaru, mengurangi keterampilan yang usang. Dengan demikian, budaya belajar berkelanjutan menciptakan lingkungan kerja yang dinamis dan inovatif.
Baca juga : 12 Strategi Pemimpin untuk Menumbuhkan dan Memperkuat Budaya Organisasi
Mengapa Onboarding Berperan Kunci dalam Membangun Budaya Belajar Berkelanjutan
Pengertian Onboarding yang Efektif
Onboarding adalah proses menyambut dan mengintegrasikan karyawan baru ke dalam perusahaan. Proses ini tidak hanya sekadar pengenalan tugas dan tanggung jawab, tetapi juga tentang memperkenalkan nilai-nilai, budaya, dan ekspektasi perusahaan. Onboarding yang efektif dirancang untuk membantu karyawan baru merasa diterima, memahami peran mereka, dan siap berkontribusi secara maksimal.
Dalam konteks budaya belajar berkelanjutan, onboarding yang efektif harus mencakup elemen-elemen yang mendorong karyawan untuk terus belajar dan berkembang. Misalnya, dengan memperkenalkan pentingnya pembelajaran sejak hari pertama, perusahaan bisa menanamkan mindset bahwa belajar adalah bagian tak terpisahkan dari pekerjaan mereka.
Onboarding sebagai Pintu Masuk untuk Budaya Belajar
Onboarding adalah kesempatan pertama bagi karyawan baru untuk mengenal perusahaan. Jika dirancang dengan baik, proses ini bisa menjadi fondasi yang kuat untuk membangun budaya belajar berkelanjutan. Pada hari pertama, karyawan baru sudah bisa diperkenalkan dengan nilai-nilai perusahaan, termasuk pentingnya pembelajaran dan pengembangan diri. Misalnya, perusahaan bisa menyelipkan pesan bahwa “belajar adalah bagian dari DNA perusahaan” dalam sesi pengenalan budaya. Selain itu, onboarding juga bisa menjadi momen untuk menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pengembangan karyawan, seperti dengan memperkenalkan program pelatihan, mentoring, atau akses ke sumber belajar.
Komponen-Komponen Onboarding yang Mendukung Budaya Belajar Berkelanjutan
- Pengenalan Pelatihan Awal
Sediakan pelatihan dasar yang tidak hanya fokus pada tugas teknis, tetapi juga pada soft skills dan nilai-nilai perusahaan. Misalnya, pelatihan tentang komunikasi efektif, manajemen waktu, atau pentingnya inovasi. - Pembinaan Langsung (Mentorship)
Sediakan mentor atau buddy untuk membimbing karyawan baru. Mentor bisa membantu mereka beradaptasi dengan budaya perusahaan dan memberikan dukungan dalam proses belajar. - Pemantauan Perkembangan Karyawan
Lakukan evaluasi berkala untuk memastikan karyawan baru memahami peran mereka dan berkembang dengan baik. Misalnya, dengan mengadakan sesi check-in mingguan atau bulanan. - Akses ke Sumber Belajar
Berikan akses ke platform e-learning, perpustakaan digital, atau program pelatihan lanjutan sejak awal. Ini menunjukkan bahwa perusahaan serius mendukung pengembangan karyawan. - Integrasi Nilai-Nilai Pembelajaran
Sertakan pesan tentang pentingnya pembelajaran dalam setiap sesi onboarding. Misalnya, dengan menceritakan kisah sukses karyawan yang berkembang berkat budaya belajar di perusahaan.
Baca juga : 7 Kesalahan Fatal dalam Onboarding Karyawan Baru dan Cara Menghindarinya
Langkah-Langkah untuk Membangun Program Onboarding yang Mendorong Budaya Belajar Berkelanjutan
1. Perencanaan dan Desain Program Onboarding
Membangun program onboarding yang efektif dimulai dengan perencanaan dan desain yang matang. Program ini harus memiliki struktur yang jelas, mencakup tujuan, timeline, dan materi yang relevan. Selain mengenalkan tugas dan tanggung jawab, onboarding juga harus mengintegrasikan budaya belajar ke dalam setiap tahapannya. Selain itu, pastikan program onboarding memiliki tujuan yang terukur, seperti meningkatkan pemahaman karyawan tentang budaya perusahaan atau memastikan mereka siap menggunakan tools tertentu dalam waktu satu bulan. Dengan perencanaan yang baik, onboarding bisa menjadi fondasi yang kuat untuk budaya belajar berkelanjutan.
2. Mentorship dan Pembimbingan
Mentorship adalah komponen kunci dalam program onboarding yang mendukung budaya belajar. Dengan menyediakan mentor atau buddy, karyawan baru bisa mendapatkan bimbingan langsung dari rekan yang lebih berpengalaman. Mentor tidak hanya membantu karyawan baru memahami tugas mereka, tetapi juga membimbing mereka dalam proses adaptasi dan belajar. Misalnya, mentor bisa memberikan tips tentang cara mengakses sumber belajar, mengatasi tantangan, atau mengembangkan keterampilan tertentu. Selain itu, mentorship juga menciptakan hubungan personal yang membuat karyawan baru merasa didukung dan dihargai. Ini akan meningkatkan motivasi mereka untuk terus belajar dan berkembang.
3. Penyediaan Akses ke Sumber Daya Pembelajaran
Agar budaya belajar berkelanjutan bisa tumbuh, karyawan baru harus memiliki akses mudah ke sumber daya pembelajaran. Ini bisa berupa platform e-learning, perpustakaan digital, atau program pelatihan lanjutan. Misalnya, perusahaan bisa memberikan akses ke platform seperti Coursera, Udemy, atau LinkedIn Learning sejak hari pertama. Selain itu, perusahaan juga bisa menyediakan modul pelatihan internal yang dirancang khusus untuk kebutuhan karyawan. Dengan memberikan akses ke sumber belajar yang beragam, karyawan baru akan merasa bahwa perusahaan serius mendukung pengembangan diri mereka. Ini juga memudahkan mereka untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan baru.
4. Membangun Sistem Feedback dan Evaluasi
Feedback dan evaluasi adalah bagian penting dari program onboarding yang efektif. Tanpa sistem yang baik, perusahaan tidak bisa memastikan apakah karyawan baru benar-benar memahami peran mereka atau apakah program onboarding berjalan sesuai rencana. Lakukan evaluasi berkala, seperti sesi check-in mingguan atau bulanan, untuk memantau perkembangan karyawan baru. Berikan feedback yang konstruktif untuk membantu mereka mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.
Baca juga : e-Learning: Solusi Cerdas Meningkatkan Efektivitas Pelatihan Karyawan di Era Digital
Tren Terbaru dalam Onboarding untuk Mendorong Budaya Belajar Berkelanjutan
Onboarding Digital dan Blended Learning
Di era digital, onboarding tidak lagi terbatas pada pertemuan tatap muka. Banyak perusahaan kini beralih ke onboarding digital dengan memanfaatkan platform online untuk menyampaikan materi pelatihan. Misalnya, modul e-learning, webinar, atau video tutorial bisa diakses kapan saja dan di mana saja oleh karyawan baru. Selain itu, blended learning—kombinasi antara pembelajaran online dan tatap muka—juga semakin populer.
Misalnya, perusahaan bisa mengadakan sesi tatap muka untuk pengenalan budaya perusahaan, sementara pelatihan teknis disampaikan melalui platform digital. Keuntungan dari pendekatan ini adalah fleksibilitas. Karyawan baru bisa belajar sesuai dengan kecepatan mereka sendiri, sementara perusahaan bisa menghemat waktu dan biaya. Selain itu, onboarding digital juga memungkinkan perusahaan untuk melacak progress karyawan secara real-time melalui sistem Learning Management System (LMS).
Gamifikasi dalam Onboarding
Gamifikasi adalah tren yang semakin banyak digunakan dalam onboarding untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi karyawan. Dengan menambahkan elemen permainan seperti kuis, tantangan, atau sistem poin, proses onboarding menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Gamifikasi tidak hanya membuat proses onboarding lebih menarik, tetapi juga membantu karyawan baru lebih cepat memahami materi pelatihan. Selain itu, pendekatan ini juga mendorong kompetisi sehat dan kolaborasi antar karyawan baru.
Personalisasi Pengalaman Onboarding
Setiap karyawan memiliki latar belakang, pengalaman, dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, personalisasi pengalaman onboarding menjadi tren penting untuk memastikan program onboarding efektif. Selain itu, perusahaan juga bisa menggunakan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) untuk menyesuaikan materi pelatihan berdasarkan preferensi dan kebutuhan individu. Dengan personalisasi, karyawan baru akan merasa lebih dihargai dan didukung, yang pada akhirnya meningkatkan motivasi mereka untuk terus belajar.
Pelatihan Berkelanjutan dengan Akses ke Pelatihan Lanjutan
Onboarding tidak berakhir setelah karyawan baru selesai mengikuti program awal. Untuk mendorong budaya belajar berkelanjutan, perusahaan perlu memberikan akses ke pelatihan lanjutan setelah onboarding selesai. Misalnya, perusahaan bisa menawarkan program pengembangan karir yang mencakup pelatihan kepemimpinan, manajemen proyek, atau keterampilan teknis terbaru. Selain itu, perusahaan juga bisa memberikan akses ke platform e-learning atau webinar yang bisa diakses kapan saja oleh karyawan. Dengan memberikan kesempatan untuk terus belajar, perusahaan menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan karyawan. Ini tidak hanya meningkatkan keterampilan karyawan, tetapi juga memastikan perusahaan tetap kompetitif di tengah perubahan industri yang cepat.
Baca juga : Cara Mengukur Keberhasilan Program Onboarding: Kunci untuk Kesuksesan Karyawan Baru
Lembaga Pelatihan Learning & Development Terbaik di Indonesia
Proxsis HR Learning & Development
Proxsis HR Learning & Development adalah lembaga pelatihan terkemuka di Indonesia yang menawarkan program-program pelatihan beragam untuk mendukung pengembangan keterampilan karyawan. Mereka fokus pada topik penting seperti manajemen, kepemimpinan, dan keterampilan teknis yang relevan. Dengan pendekatan interaktif, Proxsis memberikan pengalaman praktis yang dapat diterapkan di tempat kerja, membantu perusahaan meningkatkan kinerja dan menciptakan budaya belajar berkelanjutan. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di situs resmi mereka.
Baca juga :
Tantangan dalam Membangun Budaya Belajar Berkelanjutan Melalui Onboarding
- Keterbatasan Waktu dan Sumber Daya
Salah satu tantangan utama dalam membangun budaya belajar berkelanjutan melalui onboarding adalah keterbatasan waktu dan sumber daya. Di tengah tuntutan pekerjaan yang tinggi, seringkali perusahaan kesulitan untuk menyediakan waktu yang cukup bagi karyawan baru untuk menjalani proses onboarding yang mendalam. Hal ini dapat mengakibatkan onboarding yang terburu-buru, di mana karyawan tidak mendapatkan pemahaman yang lengkap tentang peran mereka dan budaya perusahaan. Untuk mengatasi tantangan ini, perusahaan perlu merencanakan proses onboarding dengan baik, memastikan bahwa waktu dan sumber daya yang diperlukan dialokasikan secara efektif. - Kurangnya Dukungan Manajerial
Tantangan lain yang sering dihadapi adalah kurangnya dukungan manajerial. Ketika manajer atau pimpinan tidak sepenuhnya memahami atau mendukung pentingnya budaya belajar, hal ini dapat menciptakan hambatan dalam implementasi program onboarding. Tanpa dukungan dari manajemen, karyawan baru mungkin merasa bahwa pembelajaran tidak dihargai, dan mereka kurang termotivasi untuk terlibat dalam proses tersebut. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk melibatkan manajer dalam perencanaan dan pelaksanaan onboarding.
- Keterlibatan Karyawan yang Rendah
Keterlibatan karyawan yang rendah selama proses onboarding menjadi tantangan lain dalam membangun budaya belajar berkelanjutan. Beberapa karyawan mungkin merasa kurang tertarik atau terlibat dalam proses pembelajaran, yang dapat menghambat efektivitas onboarding. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perlu menciptakan pengalaman onboarding yang menarik dan interaktif. Menggunakan metode seperti gamifikasi, di mana elemen permainan digunakan untuk meningkatkan keterlibatan, dapat menjadi solusi yang efektif.
Strategi Budaya Belajar Berkelanjutan
Untuk membangun budaya belajar berkelanjutan, perusahaan perlu menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran, di mana karyawan merasa aman untuk berbagi ide. Menyediakan akses ke sumber daya pendidikan, seperti pelatihan dan platform e-learning, sangat penting. Manajemen harus aktif mendukung pembelajaran dengan berpartisipasi dalam program dan memberikan penghargaan kepada karyawan yang berkomitmen terhadap pengembangan diri. Program mentoring juga efektif, di mana karyawan berpengalaman membimbing rekan-rekan mereka. Terakhir, evaluasi berkala terhadap program pembelajaran diperlukan untuk memastikan relevansi dan efektivitasnya. Dengan strategi ini, perusahaan dapat mengembangkan budaya belajar yang kuat dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Membangun budaya belajar berkelanjutan melalui program onboarding yang efektif adalah langkah krusial bagi perusahaan di era transformasi digital ini. Onboarding bukan hanya sekadar proses pengenalan, melainkan fondasi untuk menanamkan nilai-nilai pembelajaran dan pengembangan diri sejak hari pertama karyawan bergabung. Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran, menyediakan akses ke sumber daya pendidikan, serta mengintegrasikan mentorship dan umpan balik, perusahaan dapat meningkatkan keterampilan karyawan, menumbuhkan loyalitas, dan meningkatkan daya saing di pasar.
Keberhasilan program onboarding yang dirancang dengan baik akan membantu karyawan beradaptasi dengan cepat, mendorong mereka untuk terus belajar dan berkontribusi pada inovasi perusahaan. Di tengah tantangan yang ada, seperti keterbatasan waktu dan dukungan manajerial, perusahaan harus tetap berkomitmen untuk menciptakan pengalaman onboarding yang menarik dan relevan. Dengan demikian, budaya belajar berkelanjutan tidak hanya akan meningkatkan produktivitas karyawan, tetapi juga memastikan perusahaan tetap kompetitif dalam menghadapi perubahan industri yang cepat.
FAQ: Program Onboarding
- Apa perbedaan antara onboarding tradisional dan onboarding digital?
Onboarding tradisional lebih mengandalkan interaksi tatap muka, seperti sesi pelatihan langsung dan pertemuan dengan tim. Sementara itu, onboarding digital memanfaatkan teknologi untuk menyediakan pengalaman belajar yang fleksibel dan mudah diakses. Dengan onboarding digital, karyawan dapat mengakses materi pelatihan kapan saja dan di mana saja, menggunakan platform e-learning, video, dan modul interaktif.
- Mengapa program onboarding yang efektif penting untuk budaya belajar berkelanjutan?
Program onboarding yang efektif memainkan peran krusial dalam mengintegrasikan nilai-nilai dan kebiasaan perusahaan sejak awal. Dengan menekankan pentingnya pembelajaran terus-menerus, karyawan baru dapat memahami ekspektasi perusahaan dan merasa termotivasi untuk terus mengembangkan keterampilan mereka. Ini tidak hanya membantu dalam transisi mereka ke peran baru, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya perusahaan yang mendorong pertumbuhan dan inovasi.
- Berapa lama program onboarding seharusnya berlangsung?
Durasi program onboarding dapat bervariasi tergantung pada kompleksitas peran dan kebutuhan perusahaan. Namun, program onboarding yang efektif biasanya berlangsung antara 1 hingga 3 bulan. Selama periode ini, penting untuk tidak hanya memberikan pelatihan awal, tetapi juga memastikan evaluasi dan pelatihan berkelanjutan. Ini membantu karyawan untuk terus mengembangkan keterampilan mereka dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang mungkin terjadi dalam organisasi.
- Apakah onboarding harus dilakukan dengan cara yang sama untuk semua karyawan?
Tidak, onboarding sebaiknya dipersonalisasi sesuai dengan peran dan pengalaman masing-masing karyawan. Dengan pendekatan yang disesuaikan, perusahaan dapat memaksimalkan efektivitas onboarding. Misalnya, karyawan dengan pengalaman sebelumnya dalam industri mungkin memerlukan pelatihan yang lebih fokus pada kebijakan dan prosedur perusahaan daripada pelatihan dasar.
- Bagaimana cara mengukur keberhasilan program onboarding?
Keberhasilan program onboarding dapat diukur melalui beberapa metrik. Survei karyawan dapat memberikan wawasan tentang pengalaman mereka selama proses onboarding dan membantu mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Tingkat retensi karyawan juga merupakan indikator penting; program onboarding yang efektif biasanya menghasilkan tingkat retensi yang lebih tinggi. Selain itu, kemajuan dalam perkembangan keterampilan dapat diukur melalui penilaian kinerja dan umpan balik dari manajer, yang menunjukkan sejauh mana karyawan baru telah beradaptasi dan berkembang dalam peran mereka.
Referensi
- Argyris, C., & Schön, D. A. (1996). Organizational Learning II: Theory, Method, and Practice. Addison-Wesley.
- Garvin, D. A. (1993). Building a Learning Organization. Harvard Business Review, 71(4), 78-91.
- Senge, P. M. (1990). The Fifth Discipline: The Art & Practice of The Learning Organization. Doubleday.
- Noe, R. A. (2017). Employee Training and Development. McGraw-Hill Education.
- Kahn, W. A. (1990). Psychological Conditions of Personal Engagement and Disengagement at Work. Academy of Management Journal, 33(4), 692-724.
- Proxsis HR Learning & Development. (n.d.). Retrieved from [website link].
- Bersin, J. (2016). The Future of Learning: A New Approach to Learning and Development. Deloitte University Press.
- McKinsey & Company. (2020). The Future of Work: Reskilling and Upskilling. Retrieved from [website link].
Inquiry
News & Article
- 10 Tips Ampuh Atasi Post-Holiday Blues Setelah Libur Lebaran
- 7 Tantangan HR di Bulan Ramadan dan Strategi Efektif untuk Menjaga Produktivitas Karyawan
- Penyebab Post-Holiday Blues dan Cara Jitu Menghadapinya di Tempat Kerja
- 7 Solusi Jitu Agar Karyawan Tetap Produktif di Bulan Puasa
- Ambidextrous Leadership: Kunci Sukses Inovasi dan Efisiensi di Sektor Statistik
Latest Events
- Badan Pusat Statistik – Emerging Leader Development Program
- BPJS Ketenagakerjaan – Change Your Selftalk, Change Your Life
- Employee Development Program – PT Waskita Toll Road Kolaborasi dengan Proxsis HR
- Proxsis HR Professional Community – Monthly Meetup Ep. 26 Leading with Adaptability: Embracing Learning Agility as a Future Leader
- PT PGAS Telekomunikasi Nusantara – Design Thinking for Innovation and Continuous Improvement
Recent Posts
- 10 Tips Ampuh Atasi Post-Holiday Blues Setelah Libur Lebaran
- 7 Tantangan HR di Bulan Ramadan dan Strategi Efektif untuk Menjaga Produktivitas Karyawan
- Penyebab Post-Holiday Blues dan Cara Jitu Menghadapinya di Tempat Kerja
- 7 Solusi Jitu Agar Karyawan Tetap Produktif di Bulan Puasa
- Ambidextrous Leadership: Kunci Sukses Inovasi dan Efisiensi di Sektor Statistik
Contact Us
Permata kuningan Building 17Th Floor, Suite 1701 Jl. Kuningan Mulia kav 9 Kawasan bisnis epicentrum Jakarta – 12980
Phone: 0813-8080-7366| 081315667747
Fax: 021-8370.8679 | 021-8370.8680
Inquiry
News & Article
- 10 Tips Ampuh Atasi Post-Holiday Blues Setelah Libur Lebaran
- 7 Tantangan HR di Bulan Ramadan dan Strategi Efektif untuk Menjaga Produktivitas Karyawan
- Penyebab Post-Holiday Blues dan Cara Jitu Menghadapinya di Tempat Kerja
- 7 Solusi Jitu Agar Karyawan Tetap Produktif di Bulan Puasa
- Ambidextrous Leadership: Kunci Sukses Inovasi dan Efisiensi di Sektor Statistik
Latest Events
- Badan Pusat Statistik – Emerging Leader Development Program
- BPJS Ketenagakerjaan – Change Your Selftalk, Change Your Life
- Employee Development Program – PT Waskita Toll Road Kolaborasi dengan Proxsis HR
- Proxsis HR Professional Community – Monthly Meetup Ep. 26 Leading with Adaptability: Embracing Learning Agility as a Future Leader
- PT PGAS Telekomunikasi Nusantara – Design Thinking for Innovation and Continuous Improvement
Recent Posts
- 10 Tips Ampuh Atasi Post-Holiday Blues Setelah Libur Lebaran
- 7 Tantangan HR di Bulan Ramadan dan Strategi Efektif untuk Menjaga Produktivitas Karyawan
- Penyebab Post-Holiday Blues dan Cara Jitu Menghadapinya di Tempat Kerja
- 7 Solusi Jitu Agar Karyawan Tetap Produktif di Bulan Puasa
- Ambidextrous Leadership: Kunci Sukses Inovasi dan Efisiensi di Sektor Statistik
Contact Us
Permata kuningan Building 17Th Floor, Suite 1701 Jl. Kuningan Mulia kav 9 Kawasan bisnis epicentrum Jakarta – 12980
Phone: 0813-8080-7366| 081315667747
Fax: 021-8370.8679 | 021-8370.8680