PHK Massal Gojek Tokopedia Demi Efisiensi

2 Menit Membaca
PHK

Perkembangan dan tuntutan pasar global hari ini memaksa perusahaan untuk mampu beradaptasi. Berbagai strategi pun diambil agar perusahaan tetap mampu menjaga performa bisnis tetap stabil dan tumbuh untuk jangka waktu panjang. Salah satunya dengan melakukan efisiensi perusahaan. Seperti yang dialami oleh PT Goto Gojek Tokopedia dengan mengambil kebijakan untuk memutus hubungan kontrak kerja atau PHK kepada sekitar 1.300 karyawan atau sekitar 12 persen dari total karyawan pada awal November lalu. 

Baca juga:Sejarah Resesi, Ancaman PHK Karyawan, Serta Cara Menghadapinya

PHK terhadap ribuan karyawan ini dilakukan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. PT Goto bahkan memberikan satu bulan gaji tambahan serta konseling karir bagi karyawan yang terkena PHK sampai bulan Mei 2023.

Pihak Manajemen Goto mengungkapkan, keputusan ini tidak bisa dihindari demi efisiensi dan upaya perusahaan untuk lebih agile dalam menghadapi tantangan ekonomi kedepannya. Dimana perusahaan harus mengakselerasi langkah-langkah untuk menjalankan bisnis yang berdikari secara finansial, serta tumbuh secara berkelanjutan untuk jangka waktu yang panjang.

Ditambah dengan tantangan makro ekonomi global memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perusahaan di seluruh negara, termasuk di Indonesia. Sehingga, PT Goto Gojek Tokopedia pun harus mampu beradaptasi agar mampu menghadapi tantangan pasar kedepannya.

PT Goto telah mulai melakukan efisiensi menyeluruh sejak awal tahun 2022 ini, dengan melakukan penghematan biaya struktural di berbagai aspek, teknologi, marketing hingga outsourcing. Hasilnya PT Goto mampu melakukan penghematan biaya struktural mencapai Rp800 miliar.

Konsultan HR dari Proxsis HR

Di sisi lain, PT Goto Gojek Tokopedia juga mencatatkan kinerja yang positif, seperti nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) GOTO mencapai Rp 151 triliun atau naik 39 persen secara year on year (yoy) pada kuartal II 2022. Selain itu pendapatan bruto GoTo juga naik 45 persen atau mencapai Rp 5,5 triliun. Nilai GTV GOTO juga naik 42 persen menjadi Rp 290,5 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya. 

Efisien merupakan upaya bagi perusahaan untuk bisa lebih akselerasi dalam meningkatkan performa bisnis. Terutama dalam menjawab tantangan ekonomi global saat ini, perusahaan perlu mengambil langkah untuk bertransformasi agar tetap agile dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada.

  • Proxsis HR dengan para Expert siap membantu perusahaan Anda dalam membangun Organization Transformation dengan metode dan dukungan teknologi terkini diantaranya Business Transformation
  • Digital Transformation
  • People Transformation.

Anda dapat klik disini atau segara hubungi kami di Hello Expert. Proxsis HR siap melayani dan berkolaborasi.

Menu