Critical Thinking vs Creative Thinking: Apa Bedanya?

2 Menit Membaca
Ilustrasi bohlam sebagai simbol Critical Thinking vs Creative Thinking

Seiring dengan berbagai tantangan yang terus datang, perusahaan semakin selektif dalam mencari karyawan yang dibutuhkan serta selaras dengan perkembangan zaman. Selain memiliki keahlian tertentu banyak perusahaan yang kini mencari karyawan yang dengan kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif.

Kedua soft skill itu penting untuk dimiliki oleh seorang karyawan hari ini, karena akan sangat membantu perusahaan pada pengambilan keputusan, ataupun dalam merancang perencanaan pengembangan bisnis ke depan.

Lalu apa sebenarnya berpikir kritis (Critical Thinking) dan berpikir kreatif (Creative Thinking)? Apakah kedua soft skill ini saling bertolak belakang? Berikut adalah penjelasannya.

Pengertian Critical Thinking dan Creative Thinking

Pada umumnya, berpikir adalah satu proses menimbang, memutuskan suatu informasi yang ditangkap oleh akal. Setiap orang memiliki kemampuan untuk itu, termasuk untuk berpikir kritis atau pun berpikir kreatif.

Bahkan, dua kemampuan itu bisa diasah dan dikembangkan untuk menjadi orang yang lebih kreatif dan juga kritis terhadap sesuatu.

Apa itu Critical Thinking?

Critical thinking atau berpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisa terhadap informasi atau pun permasalahan yang datang secara logis. Ada proses analisa dan evaluasi pada mencerna informasi tersebut.

Tidak terlepas sampai disitu, berpikir kritis juga akan membantu kita untuk memutuskan pilihan yang tepat dan relevan dengan keadaan yang sedang dihadapi.

Salah satu contoh dari critical thinking adalah, katakan Anda mendapatkan pesan WhatsApp yang membagikan sebuah artikel mengenai bagaimana teh pahit dapat dijadikan sebagai obat COVID-19. Sebagian orang mungkin ada yang merespon terhadap artikel itu dengan mempercayainya, dan sebagian lain ada yang tidak percaya jika teh pahit bisa menjadi obat penyembuh COVID-19.

Konsultan SDM dari Proxsis HR

Respon yang Anda berikan terhadap informasi tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuan kita mengkritisi dan menganalisis. Apakah teh pahit benar-benar dapat menyembuhkan COVID-19? Dan apakah sudah teruji secara klinis? Coba pikirkan.

Itu adalah contoh paling sederhana terkait kemampuan berpikir kritis dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki kemampuan menganalisis secara mendalam, hal ini akan menghasilkan solusi untuk berbagai permasalahan yang datang agar bisa mengambil keputusan yang tepat.

Apa itu Creative Thinking?

Creative thinking atau berpikir kreatif adalah kemampuan untuk menganalisa informasi dengan menghubungkannya dengan informasi yang lain untuk melahirkan gagasan yang baru. Soft-skill ini berada di tingkatan berpikir level tinggi, bahkan di atas critical thinking.

Berpikir kreatif ditandai dengan munculnya ide baru atau inovasi. Selain itu, creative thinking juga membantu dalam memecahkan solusi sebuah permasalahan.

Contoh creative thinking adalah, penemuan Aplikasi Peduli Lindungi yang digunakan oleh pemerintah untuk memeriksa dan memantau masyarakat yang bepergian di tengah pandemi COVID-19. Ini merupakan sebuah inovasi yang lahir dari berpikir kreatif, bagaimana masyarakat yang harus keluar rumah bahkan ke luar daerah untuk bekerja masih bisa diawasi dan terlindungi dari penyebaran COVID-19 melalui aplikasi ini.

Baca juga: Ingin Sukses di Dunia Kerja? Kuasai 8 Soft Skill Ini!

Serupa Tapi Berbeda

Pada dasarnya, critical thinking dan creative thinking adalah proses berpikir dan bagaimana meresponnya. Meski demikian keduanya tetap memiliki beberapa perbedaan.

Contohnya, katakan seorang pengarang yang akan menulis sebuah buku. Pada saat mencari ide pengarang harus berpikir kritis untuk memutuskan cerita yang akan dibuat, menentukan karakter tokohnya seperti apa.

Kemudian untuk membuat buku yang berbeda dengan cerita yang baru penulis harus berpikir kreatif. Bagaimana memilih judul buku, mendesain sampul buku yang akan menarik banyak orang. Termasuk cara promosinya di sosial media, membutuhkan kreativitas yang cukup tinggi untuk itu.

Sebuah Kombinasi Kuat

Meski critical thinking dan creative thinking memiliki karakteristik yang berbeda, namun kemampuan ini seperti dua sisi mata uang yang saling melengkapi.

Para pencipta inovasi menggunakan kedua soft skill ini untuk merancang dan menciptakan sesuatu yang baru. Mengkritisi suatu masalah dan mengatasinya dengan melahirkan sebuah inovasi.

Manfaat dari dua kemampuan itu tidak hanya untuk hal-hal yang besar, namun juga untuk masalah-masalah yang kecil. Seperti halnya bagaimana kita menyiasati kondisi harus bekerja dari rumah tapi tetap produktif, bagaimana menyusun keuangan dalam kondisi krisis, dan lain-lain.

Critical thinking dan creative thinking adalah kemampuan dasar yang dimiliki oleh setiap manusia yang bisa diasah dan dikembangkan untuk membantu kita menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi orang banyak. 

Mulai dengan membiasakan melihat dari perspektif yang berbeda, agar bisa menciptakan sesuatu yang baru.

Menu