Sebuah perusahaan mengadakan hiring untuk mengisi kekosongan posisi manager keuangan. Puluhan kandidat profesional melamar untuk posisi tersebut, diantaranya adalah Fandi dan Mirna. Setelah melewati beberapa tahap seleksi, diperoleh hasil bahwa Fandi maupun Mirna tidak lolos pada tahap terakhir karena kompetensi mereka kurang sesuai dengan posisi yang diinginkan perusahaan. Dari hasil seleksi itu, tercipta dua pola pikir antara Fandi dan Mirna dalam menyikapi kegagalan tersebut.

Fandi berpikir bahwa kegagalannya dalam seleksi tersebut adalah pertanda bahwa Fandi belum bisa mencapai level yang lebih tinggi dari posisi yang ia duduki saat ini. Ia berencana untuk tetap bertahan pada posisi di perusahaannya saat ini untuk mencari aman. Fandi tidak melakukan langkah apa – apa lagi untuk me-upgrade skill­-nya.

Di sisi lain, Mirna menganggap kegagalannya saat ini adalah pembelajaran untuk dapat memperbaiki apa yang menurutnya kurang di kesempatan berikutnya. Ia terus mengasah skill-nya, mengikuti kursus agar memiliki keterampilan baru yang bermanfaat untuk kenaikan jenjang karirnya. Ia berusaha dan terus melamar posisi yang diinginkannya.

Dari contoh kasus Fandi dan Mirna, manakah yang cenderung sering diungkapkan orang ketika menemukan kegagalan?

Jika diperhatikan kedua kasus tersebut merupakan buah hasil dari pemikiran yang berbeda. Dalam hal ini kita kategorikan sebagai mindset atau pola pikir yang terbagi dalam 2 jenis yaitu : Fixed Mindset dan Growth Mindset.

Menurut Carol Dweck, psikolog dari Stanford University, secara ilmiah mindset merupakan salah satu prediktor terbaik sebuah kesuksesan. Artinya kesuksesan seseorang tidak tergantung pada kecerdasan, kreativitas, dan keberanian untuk mengambil resiko, lebih dari itu mindset juga menjadi penentu kesuksesan.

Ini adalah tentang sikap mental dan pola pikir. Fixed Mindset mereka cenderung menyerah sebelum mencoba, berhenti sebelum berusaha. Sementara Growth Mindset mereka akan mencoba terlebih dahulu, berusaha, dan bekerja keras dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Growth Mindset sangat dibutuhkan oleh para pekerja untuk dapat memaksimalkan potensi yang dimilikinya dan meningkatkan produktivitas kerja agar tercipta hasil yang memuaskan bagi perusahaan. Proxsis HR menyadari akan pentingnya hal tersebut. Untuk itu, berbagai pelatihan diadakan sebagai bentuk kepedulian Proxsis HR terhadap berkembangnya potensi dan ketrampilan tenaga kerja di Indonesia. Ada berbagai pelatihan yang dapat kamu pilih sesuai dengan kebutuhan kamu disini

Yuk daftarkan diri kamu sekarang untuk mengikuti pelatihan dengan metode yang menyenangkan. Untuk mengetahui detail informasinya, kamu bisa cek sosial media Proxsis HR atau kamu juga bisa langsung menghubungi contact person kami :

Dian (08111798348)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

Menu
Open chat