Jangan Takut untuk Menghadapi Persiapan Pensiun, Berikut Cara Mengatasinya

5 Menit Membaca
Persiapan pensiun

Masa pensiun bagi sebagian orang terkadang dianggap sebagai sebuah bencana. Orang yang akan pensiun biasanya cemas akibat kehilangan rutinitas yang selama ini ia jalani. Menganggur adalah hal yang membosankan hingga bisa memicu depresi. Masa persiapan pensiun membuat banyak karyawan bingung dengan apa yang akan terjadi, apa yang akan dihadapi, ketidakpastian dan rasa takut karena tidak berdaya jika sudah usia lanjut. Namun, sebenarnya masih banyak kegiatan yang bisa dilakukan seseorang dalam masa pensiun.

Kaum lansia perlu menghadapi masa pensiun dengan baik untuk mencegah gangguan mental dan berbagai penyakit yang menghantui. Lantas bagaimana persiapan pensiun yang terbaik? Berikut penjelasannya:

A. Penyebab Rasa Cemas saat Pensiun

Masa pensiun sering menimbulkan rasa cemas akibat beberapa faktor. Kita perlu memahami bagaimana rasa cemas itu timbul, yaitu:

  1. Tidak Tahu Apa yang akan Dilakukan

Seorang yang memasuki masa pensiun bingung akibat tidak tahu akan melakukan apa. Mereka seperti itu akibat tidak memiliki rencana matang. Padahal banyak yang bisa dilakukan pensiunan, seperti mencoba memulai bisnis dengan menggunakan uang pensiunnya.

  1. Kehilangan Teman

Masa pensiun berarti kehilangan teman kerja yang dahulunya bertemu hampir setiap hari. Hal  ini bisa memicu rasa kesepian akibat jarang bertemu lagi.

  1. Kehilangan Status Sosial

Pensiun mengakibatkan seorang kehilangan jabatan. Misalnya dulu direktur, sekarang pensiunan. Kondisi ini meganggu  pada sisi harga diri dan ini sangat menjatuhkan mental setiap orang.

  1. Penghasilan Menurun

Penurunan penghasilan terjadi akibat tidak lagi bekerja. Kalau pun ada uang pensiun tentu nilainya lebih kecil dibanding saat bekerja. Masalah keuangan ini menimbulkan kecemasan, karena akan berdampak pada masa depan.

Baca juga: Mengenali Asesmen Behavioral, Berikut Cara HRD Mengenali Potensi Calon Karyawan

 B. Cara Menghadapi Masa Persiapan Pensiun

Masa pensiun terkadang membuat kecemasan karena timbul pikiran mempertanyakan keberhargaan dirinya. Pikiran juga dihantui dengan ancaman penyakit hingga kematian. Namun hal itu bisa dihadapi dengan beberapa tips berikut:

  1. Menerima Kenyataan

Seseorang yang telah mendekati masa pensiun, mungkin tak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya sudah tua. Apalagi karirnya cemerlang dengan berbagai capaian prestasi dan memiliki berbagai jabatan. Kondisi ini dalam dunia medis disebut sebagai post power syndrome. 

Namun, menolak kenyataan ini bisa menimbulkan efek buruk hingga membentuk rasa pesimis menghadapi pensiun. Kondisi ini bisa diatasi dengan mengingatkan bahwa pensiun adalah kondisi yang wajar. Mereka harus mengakui dan menerima kenyataan bahwa dirinya memasuki usia pensiun.

  1. Rumuskan Tujuan Hidup yang Baru

Saat bekerja seseorang memiliki banyak tujuan dan target yang ingin dicapai. Namun saat pensiun seolah-olah tidak ada lagi tujuan hidup. Padahal memasuki usia pensiun bukan berarti lansia kehilangan tujuan hidupnya.

Masa pensiun tak seharusnya menjadi penghambat dalam menjalani hidup. Seorang lansia perlu kembali merumuskan tujuan hidupnya. Tujuan hidup ini bisa didiskusikan, misalnya berencana menjadi relawan, bepergian ke luar negeri, atau mendidik cucu.

  1. Membuat Capaian Kecil

Seorang lansia bisa membuat capaian kecil dalam hidupnya untuk menghadapi masa pensiun. Capaian kecil yang realistis seperti menurunkan berat badan, menyelesaikan membaca buku, menulis dan lainnya.

  1. Siapkan Dana Pensiun

Masa pensiun sering bikin khawatir karena berpikir tidak lagi punya cukup uang dan bingung bagaimana nantinya mencukupi kebutuhan. Oleh karena itu, dana pensiun harus disiapkan dengan matang. Tujuannya agar lansia terhindar dari pikiran-pikiran negatif dan ia bisa menikmati masa pensiun dengan tenang dan penuh kepastian. 

  1. Menyusun Jadwal Kegiatan

Masa pensiun bisa dijadikan sebagai waktu untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sebelumnya ingin dilakukan namun terhalang oleh kesibukan bekerja. Ada baiknya menyusun jadwal kegiatan harian di masa lansia. Contoh waktu pagi untuk berolahraga atau berkebun, siang membaca buku atau bermain musik, dan sore hingga malam berkumpul bersama keluarga.

C. Menyusun Kegiatan Setelah Pensiun 

Seoarang lansia dapat menyusun berbagai kegiatan di masa pensiun agar tetap sehat dan produktif. Berikut beberapa kegiatan yang bisa dilakukan:

  1. Rutin Olahraga

Masa lansia kemampuan fisik akan terus menurun. Oleh karena itu berolahraga penting rutin dilakukan demi menjaga kebugaran fisik. Kegiatan ini juga untuk mengimbangi berkurangnya aktivitas fisik yang sebelumnya dilakukan saat bekerja. Tidak hanya untuk menjaga kesehatan fisik, olahraga juga bermanfaat untuk merawat kesehatan mental. 

  1. Berkumpul Bersama Keluarga dan Sahabat

Banyaknya waktu luang saat pensiun bisa dimanfaatkan dengan cara menjalin hubungan dengan keluarga dan sahabat. Anda bisa membuat jadwal sesi berkumpul bersama teman lama atau bermain bersama cucu-cucu dan anggota keluarga lainnya di rumah.

  1. Berkenalan dengan Orang Baru

Waktu luang saat pensiun bisa digunakan untuk berkenalan dengan orang baru. Contohnya mengikuti suatu komunitas tertentu dengan hobi atau ketertarikan yang sama atau mengikuti kegiatan sosial.

  1. Menjadi Relawan

Menjadi relawan bisa untuk mengisi waktu luang. Selain itu, bisa juga untuk menambah teman serta menjaga agar sehat dan tetap produktif. Relawan tak harus kegiatan fisik, bisa juga hal yang ringan seperti memasak untuk orang-orang di pinggir jalan sampai menjadi tenaga pengajar sukarela.

  1. Cari Kerja Sampingan

Masa pensiun bisa dimanfaatkan untuk melakukan pekerjaaan sampingan. Misalnya menjadi penulis, pengajar anak-anak, dan sebagainya.

Konsultan HR dari Proxsis HR

D. Kesimpulan

Itulah penjelasan tentang strategi menghadapi masa pensiun dengan baik. Strategi yang baik tentu harus didukung oleh anggota keluarga, caregiver, maupun orang-orang terdekat. Selain itu, jangan ragu juga untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui tips-tips lainnya yang terkait dengan masa tua.

Selain itu, Proxsis HR juga bisa membantu Anda dalam mempersiapkan program masa persiapan pensiun (MPP) melalui pendampingan, workshop, pelatihan, dan pengukuran potensi bagi karyawan yang mendekati masa pensiun dan pensiun. Info lebih lengkap, silahkan hubungi kami disini. 

Rate this post
Bagikan artikel ini