Dalam meningkatkan prospek keterampilan negosiasi, kamu harus mengetahui beberapa persiapan yang matang. Karena, keahlian tersebut butuh waktu dan proses pembelajaran yang tidak sederhana. Kali ini, kita akan mengenal lima pedoman yang akan membantu kamu memecahkan tugas yang menakutkan ini menjadi serangkaian strategi dalam bernegosiasi. Caranya adalah sebagai berikut;

  1. Bekali Diri Dengan Persiapan Matang
    Kita semua tahu bahwa seharusnya mempersiapkan diri untuk bernegosiasi sangat penting. Kita juga pasti pernah gagal dalam menindaklanjuti situasi tersebut. Sebenarnya, masalah tersebut menunjukkan bahwa negosiator kurang siap seperti mengabaikankan keinginan klien.Salah satu cara ampuh untuk kamu agar meningkatkan keterampilan negosiasi adalah dengan menyiapkan poin poin penting yang bisa diterima masing-maing pihak. Kamu juga harus bisa menentukan langkah alternatif jika negosiasi berjalan dengam buntu.
  2. Perlunya Pendekatan Proaktif untuk Pelatihan Negosiasi
    Jika kamu mencoba meningkatkan keterampilan negosiasi melalui program pelatihan formal, hindari jebakan secara pasif dengan mencatat poin-poin penting yang dibuat oleh instruktur. Selain mencatat, pikirkan tentang bagaimana konsep-konsep tersebut berhubungan dengan negosiasi. Bagaimana teori yang disajikan berlaku untuk praktik kamu?Jika kamu tidak mengikuti implikasi ide dunia nyata, minta klarifikasi atau contoh konkret. Selain itu, profesor Harvard Business School Max H. Bazerman menyarankan peserta negosiasi untuk mendengarkan dengan cermat untuk pengulangan konsep di seluruh program.

    Kita belajar lebih baik ketika memiliki kesempatan untuk mengambil pelajaran yang serupa dari dua atau lebih pengalaman. Karena alasan ini, peserta pelatihan proaktif akan senang ketika konsep disajikan lebih dari sekali dan lebih mungkin daripada yang lain untuk menyimpan informasi ini seiring waktu.

  3. Jangan Takut Untuk Salah
    Pelatihan negosiasi dapat menjadi usaha yang sederhana. Instruktur sering kali meminta siswanya untuk berpartisipasi dalam simulasi permainan peran yang telah dirancang setidaknya sebagian untuk mengungkap kelemahan dalam pemikiran, seperti kecenderungan untuk terlalu percaya diri.Menurut Bazerman, siswa sering merasa terancam dan defensif ketika mereka menyadari bahwa mereka telah mengambil keputusan berdasarkan intuisi yang salah, menurut Bazerman. Namun perilaku seperti itu tidak mencerminkan kelemahan pribadi. Perasaan tidak nyaman dengan elemen perilaku kita adalah langkah penting dalam perjalanan untuk meningkatkan keterampilan negosiasi kamu.

    Menurut psikolog Kurt Lewin, yang mengembangkan model perubahan yang berpengaruh, menjelaskan ketika kamu dapat menerima bahwa hampir semua dari kita rentan terhadap bias penilaian yang mewarnai keputusan kita dalam negosiasi. Hal ini akan memposisikan kita dalam kondisi yang baik untuk mengadopsi pola berpikir yang lebih baik pada negosiasi.

  4. Teruslah Berlatih
    Bazerman pernah mengatakan ketika kita mengembangkan ide-ide baru menjadi strategi yang menjadi intuitif, pasti membutuhkan latihan dan waktu. Pelatihan dan studi negosiasi memungkinkan kita untuk mempraktikkan konsep, tetapi proses perubahan tidak lengkap ketika pelatihan berakhir.Ketika kamu bersiap untuk mentransfer keterampilan negosiasi yang baru diperoleh ke tempat kerja, sangat perlu mempertahankan rasa kewaspadaan. Renungkan apa yang telah kamu pelajari dengan memikirkan konsep mana yang paling ingin diterapkan untuk negosiasi.

    Kamu harus mencoba keterampilan dan strategi negosiasi baru dengan teman dan keluarga, yang cenderung memaafkan kesalahan Anda. Karena, jika secara sadar kamu menggunakan strategi baru dalam banyak cara, mereka perlahan akan menjadi kebiasaan, menggantikan pola lama.

  5. Carilah Pelatih Negosiasi yang Baik
    Saat kamu menghadapi negosiasi penting, kemungkinan besar ada seseorang di perusahaan yang dapat kamu hubungi untuk meminta nasihat terbaik. Daripada hanya memberi tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi tertentu, sangat efektif jika kamu berfokus pada peningkatan keterampilan negosiasi.Para negosiator top seperti itu fasih dalam teori negosiasi yang eksplisit (seperti pendekatan saling menguntungkan yang diajarkan di Program Negosiasi di Harvard Law School) yang memungkinkan mereka untuk menjelaskan dan memprediksi apa yang akan dan tidak akan berhasil, menurut Massachusetts Institute profesor Teknologi Lawrence Susskind.

    Kamu harus cari pelatih negosiasi yang dapat membantumu menetapkan tujuan, mencari tahu teknik apa yang harus dicoba, dan memahami apa yang terjadi setelah fakta. Menurut Susskind, pelatih negosiasi yang baik adalah mereka yang menawarkan saran yang konsisten dengan cara mereka sendiri, dalam menekankan pentingnya persiapan, melatih keterampilan negosiasi baru, dan menjelaskan hasil akhir.

Nah, apakah kamu siap untuk meningkatkan keterampilan negosiasi?

Source: //www.pon.harvard.edu

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu