Proxsis Certified Professional Trainer Program (PCPT)
Lebih dari Sekadar Trainer Bersertifikat — Bangun Persona yang Kuat dan Dampak yang Diingat
Proxsis Certified Professional Trainer Program (PCPT) adalah perjalanan pengembangan trainer berjenjang yang tidak berhenti pada pengakuan kompetensi. Program ini membantu peserta menguasai standar profesi, menemukan gaya dan kekuatan autentiknya sebagai trainer, serta membangun persona dan kredibilitas yang membuatnya lebih relevan, meyakinkan, dan berkesan di hadapan audiens.
Sertifikasi khusus bagi trainer (dan mereka yang berminat untuk menjadi trainer) yang mengajarkan teknik-teknik bagaimana menyampaikan materi dengan menarik
Sertifikasi nasional sebagai bukti pengakuan terhadap kompetensi seorang trainer dari Badan Nasional Sertifikasi Porfesi (BNSP)
PCPT mengintegrasikan pembekalan berbasis SKKNI, pendampingan penyusunan bukti kerja, pre-asesmen, asesmen sertifikasi, dan pengembangan diri sebagai trainer. Setiap level membantu peserta bertumbuh dari penguasaan kompetensi menuju kemampuan menghadirkan pembelajaran yang relevan dan berdampak. Pada jalur Executive Journey, proses tersebut diperluas melalui kelas Communication Skill untuk memperkuat presence, karakter komunikasi, persona, dan fondasi personal branding peserta sebagai trainer.
Proxsis Certified Professional Trainer Program (PCPT) tidak membedakan paket berdasarkan banyaknya pendampingan, melainkan berdasarkan fokus pengembangan yang ingin dicapai
Dirancang untuk membangun kompetensi inti trainer secara terstruktur berdasarkan SKKNI. Peserta mengembangkan kemampuan merancang dan memfasilitasi pembelajaran, menyusun portofolio atau bukti kerja, serta mempersiapkan diri mengikuti sertifikasi BNSP.
Fokus pengembangan: kompetensi profesional, pemenuhan standar nasional, portofolio, dan kredibilitas formal.
Dirancang bagi peserta yang ingin berkembang melampaui pemenuhan standar kompetensi. Selain memperoleh seluruh fondasi Professional Accelerator, peserta mengikuti kelas Communication Skill untuk memperkuat cara berkomunikasi, membangun presence, memengaruhi audiens, menemukan karakter autentiknya sebagai trainer, serta membentuk persona dan personal branding yang khas.
Fokus pengembangan: kompetensi, communication presence, authentic trainer persona, personal branding, dan pengalaman menjadi beyond the trainer.
Kedua jalur tetap berangkat dari standar kompetensi yang sama; perbedaannya terletak pada kedalaman dan arah transformasi profesional yang ingin dicapai peserta.
Setiap peserta dapat menggunakan topik pelatihan nyata dari organisasinya sebagai konteks praktik. Contoh hasil kerja meliputi rancangan sesi pelatihan, strategi pembelajaran, kurikulum berbasis kebutuhan industri, perangkat asesmen, TNA, rancangan program pengembangan, rencana mentoring, hingga rancangan pengelolaan lembaga atau platform learning sesuai level yang diikuti.
Rencana penyajian materi, perangkat pelaksanaan tatap muka/online, serta bukti pengelolaan material, fasilitas, dan K3 pelatihan.
Strategi pembelajaran, kurikulum berbasis industri, perangkat micro-teaching, dan dokumen asesmen berbasis kompetensi.
TNA strategis, rancangan program pelatihan holistik, perangkat komunikasi manajerial, dan rencana mentoring instruktur junior.
Business plan lembaga pelatihan, rancangan strategi P&L dan arsitektur L&D, rencana kemitraan/negosiasi, serta konsep platform e-learning atau LMS.
Program diselenggarakan oleh Proxsis HR dan Proxsis Leadership Center sebagai bagian dari ekosistem pengembangan kompetensi Proxsis. Pembekalan dan pendampingan dilakukan oleh fasilitator yang relevan dengan kebutuhan program. Proses asesmen sertifikasi dilaksanakan melalui mekanisme dan skema BNSP yang berlaku oleh pihak/asesor berwenang. Sertifikat profesional dari Proxsis Leadership Center diberikan sesuai paket yang dipilih.
Pemetaan kesiapan dan pemahaman kompetensi.
Pembekalan materi – pendampingan materi inti SKKNI secara tatap muka, online, atau hybrid.
Tambahan khusus Executive Journey untuk memperkuat komunikasi dan persuasi.
Sesi privat/kurasi bukti kompetensi khusus Executive Journey.
Simulasi dan evaluasi kesiapan.
Ujian sertifikasi sesuai skema yang berlaku.
Akses pembelajaran lanjutan dan komunitas sesuai ketentuan program.
Mengidentifikasi Standar Kompetensi dan Kualifikasi Kerja
Merencanakan Penyajian Materi Pelatihan Kerja
Melaksanakan Pelatihan tatap Muka (face to face)
Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Lembaga Pelatihan Kerja
Melakukan Komunikasi di Tempat Kerja
Mengelola Bahan Pelatihan Kerja
Mengelola Peralatan Pelatihan Kerja
Memelihara Fasilitas Pelatihan Kerja
Menilai Kemajuan Kompetensi Peserta Pelatihan Secara Individu
Menyusun program Pelatihan Kerja
Merencanakan Penyajian Materi Pelatihan Kerja
Merencanakan Evaluasi Hasil Pembelajaran
Melaksanakan Pelatihan tatap Muka (face to face)
Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Lembaga Pelatihan Kerja
Mengelola Pemenuhan Persyaratan Bahasa, Literasi, dan Berhitung dalam Proses Pembelajaran
Menilai Kemajuan Kompetensi Peserta Pelatihan Secara Individu
Menentukan Kebutuhan Pelatihan Individu
Merancang Strategi Pembelajaran
Mengelola Bahan Pelatihan Kerja
Mengelola Peralatan Pelatihan Kerja
Menyiapkan Pelaksanaan Pelatihan atau Asesmen Berbasis Kompetensi
Melaksanakan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK)
Melakukan Asesmen Berbasis Kompetensi
Menentukan Kebutuhan Pelatihan Individu
Merancang Strategi Pembelajaran
Merancang Pembelajaran yang Inovatif untuk Suatu Program Pelatihan Kerja
Merancang Konten e-Learning
Mengembangkan Program Pelatihan Kerja
Memfasilitasi e-Learning
Menerapkan K3 di Lembaga Pelatihan Kerja
Mengelola Pemenuhan Persyaratan Bahasa, Literasi, dan Berhitung dalam Proses Pembelajaran
Menentukan Kebutuhan Pelatihan Mikro
Menyusun Program Pelatihan Kerja
Merencanakan Penyajian Materi Pelatihan Kerja
Menyusun Modul Pelatihan Kerja
Melaksanakan Pelatihan Tatap Muka (Face To Face)
Melaksanakan Pelatihan Jarak Jauh (Distance Learning)
Menilai Kemajuan Kompetensi Peserta Pelatihan Secara Individu
Melakukan Kaji Ulang Strategi Pembelajaran
Melakukan Tindakan Korektif Pelaksanaan Pelatihan Kerja
Menentukan Kebutuhan Pelatihan Mikro
Menyusun Rencana Bisnis
Merencanakan Strategi Pemasaran Pelatihan Kerja
Merancang Platform E-learning
Mengembangkan Jejaring Kerjasama Kemitraan Antar Lembaga/Perusahaan
Memfasilitasi E-learning
Melakukan Negosiasi dengan Mitra Lembaga Pelatihan Kerja
Memasarkan Program Pelatihan Kerja
Membuat Peta Kompetensi
Merumuskan Standar Kompetensi
Menentukan Kebutuhan Pelatihan Makro
Mengembangkan Program Pelatihan Kerja
Mengevaluasi Pelaksanaan Suatu Program Pelatihan Kerja
Mengevaluasi Biaya Suatu Program Pelatihan Kerja
Professional Accelerator
CORPORATE FAVOURITE
Level 3 (Jr.CPT)
Online
5.000.000
Offline
6.000.000
Level 4 (CPT)
Online
6.000.000
Offline
7.000.000
Level 5 (Sr.CPT)
Online
6.500.000
Offline
7.500.000
Level 6 (Master CPT)
Online
7.000.000
Offline
8.000.000
PROFESSIONAL ACCELERATOR — BUILD THE STANDARD
Fokus pengembangan pada kompetensi inti trainer berdasarkan SKKNI, penyusunan portofolio atau bukti kerja, serta kesiapan mengikuti sertifikasi BNSP. Cocok bagi organisasi yang ingin membangun standar kompetensi trainer internal yang konsisten dan terukur.
Termasuk hybrid delivery/pembekalan komprehensif, double certification (BNSP bagi peserta kompeten + PLC Professional Trainer), serta portfolio clinic dan toolkit sesuai ketentuan program.
Executive Journey
PREMIUM EXECUTIVE CONCIERGE
Level 3 (Jr.CPT)
Online
6.000.000
Offline
7.000.000
Level 4 (CPT)
Online
7.000.000
Offline
8.000.000
Level 5 (Sr.CPT)
Online
7.500.000
Offline
8.500.000
Level 6 (Master CPT)
Online
8.000.000
Offline
9.000.000
EXECUTIVE JOURNEY — BEYOND THE TRAINER
Fokus pengembangan melampaui pemenuhan standar nasional. Peserta memperoleh seluruh fondasi Professional Accelerator, ditambah kelas Communication Skill untuk memperkuat presence, karakter komunikasi, kemampuan memengaruhi audiens, menemukan persona autentik sebagai trainer, dan membangun fondasi personal branding yang khas.
Termasuk seluruh benefit Professional Accelerator, ditambah 1 hari Persuasive Communication, 1-on-1 coaching portofolio, triple certification sesuai ketentuan paket, serta akses prioritas Proxsis Facilitator Club sesuai proses seleksi yang berlaku.
Paket Public & Corporate
Kuota minimal running Public: 10 peserta per batch.
Minimal pengiriman peserta Public: 1 orang peserta
Investasi corporate disusun berdasarkan jumlah peserta/batch, level sertifikasi, paket layanan, moda online/offline, lokasi, dan ruang lingkup kustomisasi. Proposal harga corporate dan kemungkinan benefit volume dikonfirmasi oleh Tim Proxsis HR agar sesuai kebutuhan perusahaan.
Kustomisasi In-house
Program in-house dapat dikustomisasi melalui pemetaan level peserta, penyesuaian studi kasus dan contoh portofolio dengan konteks perusahaan, pilihan online/offline/hybrid, penjadwalan per batch, serta penyelarasan output dengan kebutuhan HR/L&D. Ruang lingkup kustomisasi ditetapkan bersama Tim Proxsis HR sebelum program berjalan.
Kelas offline dilaksanakan di Proxsis Leadership Center atau hotel di wilayah Jakarta. Jadwal batch terdekat dan penjadwalan program in-house dapat diperoleh dengan menghubungi Tim Proxsis HR.
Pembayaran standar dilakukan secara lunas sebelum program dimulai. Opsi down payment (DP) dapat diajukan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Harga, ketersediaan batch, serta rincian fasilitas silakan dapat menghubungi Tim Proxsis HR.
Ya. PCPT dapat diselenggarakan sebagai program corporate/in-house dan dikustomisasi berdasarkan level peserta, konteks bisnis, kebutuhan kompetensi, studi kasus, serta moda pelaksanaan.
Ya. Peserta individu dapat mengikuti public batch sesuai level dan jadwal yang tersedia.
Level dipilih berdasarkan pengalaman, peran, target kompetensi, dan persyaratan skema. Tim Proxsis HR dapat membantu melakukan pemetaan awal.
Level 3 terdiri dari 1 hari pendampingan, 1 hari pre-asesmen, dan 1 hari ujian.
Level 4 – 6 terdiri dari 2 hari pendampingan, 1 hari pre-asesmen, dan 1 hari ujian. Executive Journey mendapat tambahan 1 hari kelas Communication Skill.
Di Proxsis Leadership Center atau hotel di wilayah Jakarta, menyesuaikan kesepakatan dan kebutuhan pelaksanaan.
Ya. Tingkat pendampingan mengikuti paket layanan. Professional Accelerator mencakup portfolio clinic dan toolkit; Executive Journey menambahkan coaching privat untuk pendalaman dan kurasi bukti kompetensi.
Teknologi digunakan untuk membantu struktur berpikir, penyusunan draf, dan kerapian administratif. Seluruh substansi, validasi, dan orisinalitas karya tetap menjadi tanggung jawab peserta dengan arahan fasilitator.
Kuota minimal agar satu batch dapat dijalankan adalah 10 peserta.
Silakan hubungi Tim Proxsis HR untuk memperoleh jadwal terdekat, pemetaan level, dan proposal yang sesuai kebutuhan organisasi.
Kompeten secara Nasional. Otentik dalam Persona. Berdampak di Setiap Ruang Belajar.
Diskusikan kebutuhan level, jumlah peserta, moda pelaksanaan, lokasi, dan kustomisasi program bersama Tim Proxsis HR.